KENDAL — Delapan agenda disiapkan Pemkab Kendal untuk mengisi peringatan Hari Santri Nasional 2026. Jalan sehat dan karnaval santri pada Minggu 18 Oktober 2026 dipusatkan di Stadion Utama Kabupaten Kendal dengan target 5.000 peserta.
Rangkaian kegiatan berlangsung 14-22 Oktober 2026. Selain jalan sehat, pemerintah daerah menyiapkan fasilitasi identitas kependudukan santri, advokasi pendidikan tinggi, Manakib Kubro dan doa bersama, rapat santri, sarasehan pondok pesantren, lomba nasi tumpeng, hingga upacara puncak HSN.
Sarasehan di Pendopo Tumenggung Bahurekso, Upacara Puncak di Alun-Alun
Sarasehan pondok pesantren dijadwalkan 20 Oktober 2026 di Pendopo Tumenggung Bahurekso dengan target 700 peserta. Agenda itu menjadi ruang dialog antara pengasuh pesantren, pemerintah daerah, dan masyarakat.
Upacara puncak HSN digelar di Alun-Alun Kendal pada 22 Oktober 2026. Sebanyak 1.000 peserta dari kalangan santri, perangkat daerah, dan organisasi kemasyarakatan Islam dijadwalkan hadir.
Melalui rangkaian tersebut, Pemkab Kendal ingin mempererat sinergi antara pondok pesantren, pemerintah daerah, dan masyarakat. Momentum HSN diarahkan tidak sekadar menjadi ajang perayaan.
Bupati: Pesantren Membentuk Karakter di Luar Pendidikan Agama
Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari menilai pesantren memiliki peran yang melampaui pendidikan agama. Menurutnya, lembaga pendidikan tersebut turut membentuk karakter generasi muda, memperkuat kehidupan sosial, dan menjaga kerukunan masyarakat.
Bupati menekankan kolaborasi antara ulama, pemerintah, dan masyarakat perlu terus dipelihara. Pembangunan daerah diharapkan berjalan seiring penguatan nilai keagamaan dan kebangsaan.
"Sinergi dan solidaritas antara ulama, umara, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat. Dengan kebersamaan, kita dapat menjaga persatuan dan mewujudkan Kendal yang aman, damai, dan kondusif," tegasnya.
Dyah juga mengajak para kiai, pengasuh pesantren, dan santri memperkuat pendidikan berbasis Al-Qur'an dan As-Sunnah. Nilai-nilai kebangsaan ditanamkan agar santri mampu mengambil peran lebih luas menghadapi tantangan masa depan.
Ketua DPRD: Kendal Lumbung Santri, Jangan Berkecil Hati
Ketua DPRD Kendal Mahfud Sodiq mengapresiasi alokasi anggaran pemerintah daerah untuk kegiatan santri. Ia mengakui dukungan tersebut belum dapat menjangkau seluruh kebutuhan.
Mahfud mengingatkan para santri agar tidak membatasi cita-cita dan kesempatan untuk berkembang. Menurutnya, santri Kendal punya ruang yang sama untuk mengambil peran penting dalam pembangunan.
"Kendal merupakan lumbung santri. Adik-adik santri jangan berkecil hati. Kalian memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, meraih cita-cita, dan mengambil peran penting dalam pembangunan bangsa," tandasnya.
Peringatan HSN 2026 di Kendal diharapkan mendorong santri tumbuh sebagai generasi berkarakter, berpendidikan, dan berkontribusi nyata bagi kemajuan daerah maupun bangsa.