TEGAL — Beasiswa tersebut menyasar santri yang menempuh studi di dalam maupun luar negeri. Dari 942 pendaftar, sebanyak 15 santri lolos seleksi untuk melanjutkan pendidikan ke Mesir, Yaman, dan Tiongkok.
Selain itu, Pemprov Jateng mengucurkan beasiswa kepada 424 santri yang menempuh pendidikan di Ma'had Aly. Santri penggerak yang aktif di organisasi kampus dan tetap menetap di pesantren juga masuk daftar penerima.
5.400 Pesantren Jadi Modal Sosial Jawa Tengah
Jawa Tengah mencatat sekitar 5.400 pondok pesantren yang menampung hingga 555 ribu santri. Bagi Luthfi, jumlah itu bukan sekadar angka statistik, melainkan modal sosial yang harus diperkuat.
Pesantren diharapkannya tidak berhenti sebagai pusat pendidikan agama. Lembaga itu juga didorong melahirkan sumber daya manusia unggul di berbagai sektor.
"Hari Santri ini untuk mengenang dan menghormati resolusi jihad dalam melawan penjajah yang dulu dilaksanakan oleh Hadratus Syeikh Hasyim Asy'ari dan para santri," ujar Luthfi dalam gelaran Jateng Bersholawat.
Insentif 230.830 Guru Agama Dilanjutkan, Anggaran Rp277 Miliar
Dukungan tidak hanya menyasar santri. Pemprov Jateng melanjutkan insentif bagi 230.830 guru agama pada 2026 dengan alokasi anggaran mencapai Rp277 miliar.
Angka itu menjadikan pos guru agama sebagai salah satu penerima manfaat terbesar dalam rangkaian program keagamaan daerah tahun depan.
Pesan Gus Yusuf: Santri Jaga Bangsa dan Jaga Umat
Ulama asal Salatiga, Gus Yusuf Chudlori, menekankan dua tugas utama yang melekat pada santri dan kiai. Keduanya adalah menjaga bangsa dan menjaga umat.
Peringatan HSN 2026 tingkat Provinsi Jawa Tengah dikemas lewat Jateng Bersholawat di Kota Tegal. Gelaran itu menjadi panggung bagi Pemprov Jateng untuk menegaskan arah pembinaan pesantren, dari beasiswa studi hingga insentif pengajar.