SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menilai kondisi Danau Rawa Pening sudah masuk tahap kritis. Pendangkalan dan pencemaran yang berlangsung bertahun-tahun membuat daya tampung danau menyusut, sementara wilayah hilir menanggung risikonya.
Sekretaris Daerah Jateng Sumarno menyampaikan hal itu saat memberi sambutan di Rawa Pening Run Heritage di Wisma Perdamaian Semarang, Sabtu (17/10/2026). Menurut dia, penanganan Rawa Pening tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah.
"Rawa Pening sebetulnya terjadi kondisi kerusakan, pendangkalan dan pencemaran. Mohon teman-teman Runner bisa ikut partisipasi, sosialisasikan [pentingnya menjaga alam]," kata Sumarno.
Rawa Pening Disebut Muara Banjir Purwodadi dan Demak
Sumarno memaparkan posisi Rawa Pening sebagai penyangga ekosistem hulu. Kerusakan di kawasan itu, menurut dia, berimplikasi langsung pada potensi bencana di dataran rendah dan pesisir.
"Rawa Pening ekosistemnya topang kehidupan kawasan sekitar dan bawah. Kejadian banjir Purwodadi [Grobogan], Demak, muaranya itu adalah Rawa Pening," ujarnya.
Pemprov Jateng mengklaim sudah melakukan sejumlah intervensi. Sumarno menyebut pihaknya berupaya menangani limbah yang masuk ke danau, meski hasilnya belum optimal.
"Di Rawa Pening kami sudah berupaya menjaga limbah dan menanganinya," akunya.
Kedalaman Danau Menyusut dari 15 Meter Jadi 3 Meter
Rawa Pening adalah danau alami seluas 2.670 hektare yang membentang di cekungan terendah lereng Gunung Merbabu, Telomoyo, dan Ungaran. Danau ini menjadi hulu utama Sungai Tuntang sekaligus destinasi wisata unggulan Kabupaten Semarang.
Penyusutan kapasitas danau tercatat masif. Sebelum era 1990-an, kedalaman Rawa Pening masih sekitar 15 meter. Pada 2018, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali-Juana mencatat kedalamannya tersisa sekitar 3 meter.
BBWS Pemali-Juana mengidentifikasi laju pendangkalan dipercepat buangan sampah limbah industri maupun rumah tangga. Material itu terbawa 14 anak sungai yang bermuara ke danau.
Selain pencemaran, pertumbuhan tanaman eceng gondok yang tak terkendali turut menurunkan kualitas dan kapasitas tampung Rawa Pening. Pemprov Jateng belum memerinci jadwal penanganan lanjutan pasca-peringatan tersebut.