SALATIGA — Rektor UKSW, Prof. Intiyas Utami, menyatakan komitmen beasiswa itu sebagai wujud tanggung jawab moral dunia kampus dalam mewujudkan keadilan dan kesejahteraan sosial di Indonesia.
"Ini sebagai wujud tanggung jawab moral kampus untuk ikut membangun Indonesia yang lebih adil, makmur, dan sejahtera," ujar Intiyas dalam rakornas tersebut.
Program ini menyasar kader pemberdayaan masyarakat desa yang selama ini menjadi ujung tombak pendampingan warga di tingkat kampung. Melalui penguatan kapasitas mereka, pemerintah berharap kemandirian desa tumbuh lebih cepat.
Ke-12 perguruan tinggi yang tergabung dalam aksi nyata ini berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Mereka meliputi UKSW, Universitas Siber Asia, Universitas Hasanuddin, Universitas Islam Sultan Agung, dan Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Selain itu, turut bergabung Universitas Nusa Cendana, Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Sains Teknologi Ekonomi Digital Indonesia (STIEDI), Universitas Sragen, Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW), serta Politeknik Pelayaran Nasional Surakarta.
Kapasitas sumber daya manusia di tingkat desa dinilai masih menjadi titik lemah dalam upaya pengentasan kemiskinan ekstrem. Program beasiswa ini diarahkan untuk memperkuat kemampuan kader dalam mendampingi warga mengakses program pemberdayaan.
Dengan SDM yang lebih kuat, desa diharapkan mampu mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan warga secara berkelanjutan. Pendekatan ini menempatkan kader desa sebagai penghubung antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan riil masyarakat di lapangan.
Langkah strategis ini sejalan dengan arahan Menko Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar. Saat membuka rakornas, ia menegaskan pemerintah sangat mengharapkan sinergi aktif dari dunia kampus.
Muhaimin berharap perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kampus juga diminta hadir sebagai solusi atas berbagai persoalan nyata di tengah masyarakat.
Deklarasi di Salatiga menjadi titik awal komitmen 12 kampus untuk menyalurkan beasiswa kepada 2.792 kader pemberdayaan desa. Detail teknis penyaluran dan jadwal penerimaan belum dipaparkan dalam rakornas tersebut.
Yang jelas, kolaborasi perguruan tinggi dan pemerintah ini menargetkan dampak langsung pada percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem di daerah-daerah.