JAWA TENGAH — PT PLN Nusa Daya resmi mengoperasikan PLTD Sidera berkapasitas 20 megawatt di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, setelah kondisi kelistrikan wilayah itu sempat berada di titik rawan. Pembangkit tahap pertama ini dibangun hanya dalam sekitar 28 hari, dari pembukaan lahan hingga mesin beroperasi. Tambahan daya ini menjadi penopang awal sistem Sulawesi sebelum dua unit mesin berikutnya menyusul hingga total kapasitas 50 MW.
Direktur Operasi dan Pengembangan Usaha PLN Nusa Daya, Chaidar Syaifullah, menyebut kecepatan pembangunan ditempuh karena kebutuhan pasokan yang mendesak. Pembangkit di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, itu menjadi jawaban atas kondisi kelistrikan Sulawesi Tengah yang sebelumnya dinilai rentan.
"Jadi percepatan pembangunan PLTD ini dilakukan mengingat kondisi kelistrikan sempat berada pada titik kerawanan," kata Chaidar di Sigi, dikutip dari Antara, Sabtu (17/10/2026).
PLTD Sidera tahap pertama mengandalkan dua kelompok mesin pembangkit, masing-masing berkapasitas 10 MW. Secara keseluruhan, fasilitas itu dilengkapi 12 unit mesin dan 12 unit transformator berkapasitas 2.500 kilovolt-ampere (kVA) per unit.
Chaidar menegaskan tambahan daya tersebut diarahkan untuk memperkuat sistem kelistrikan Sulawesi, dengan prioritas pelanggan PLN di Sulawesi Tengah. "Insyaallah, dengan masuknya dan beroperasinya PLTD ini akan menambah pasokan listrik untuk sistem Sulawesi dan bermanfaat untuk pelanggan PLN terutama yang ada di Sulawesi Tengah," ujarnya.
Pengoperasian 20 MW baru merupakan tahap awal. PLN masih menyiapkan dua kelompok mesin tambahan dengan total kapasitas 30 MW. Kelompok mesin ketiga berkapasitas 15 MW ditargetkan beroperasi pada 10 November 2026, disusul kelompok keempat dengan kapasitas sama pada 30 November 2026.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, total kapasitas PLTD Sidera akan mencapai 50 MW. Artinya, masih ada 30 MW daya yang menunggu masuk ke sistem dalam hitungan pekan ke depan.
Untuk menjaga operasional, PLN telah menyiapkan 160 kiloliter bahan bakar jenis B50. "Untuk suplai bahan bakar minyak (BBM) jenis B50 telah disiapkan sebanyak 160 kiloliter untuk menjamin kelangsungan operasional secara bertahap," kata Chaidar.
Pembangunan pembangkit juga melibatkan sekitar 85 pekerja lokal. Mereka terlibat dalam pembukaan lahan, konstruksi dan pengelasan, hingga pengoperasian mesin.
Langkah PLN Nusa Daya menambah daftar upaya penguatan infrastruktur kelistrikan di luar Jawa, di tengah kebutuhan listrik yang tumbuh seiring aktivitas ekonomi daerah. Bagi pelanggan di Sulawesi Tengah, tambahan 20 MW ini menjadi penopang pasokan sebelum dua unit mesin berikutnya rampung pada akhir November 2026.