SEMARANG — Kepala Dishub Kota Semarang Danang Kurniawan menyebut SI PADU sebagai wujud komitmen transformasi digital instansinya. Lewat sistem itu, pengelolaan parkir tepi jalan diarahkan agar lebih transparan dan akuntabel, bukan sekadar mempermudah layanan bagi masyarakat.
Dua ruas jalan dipilih sebagai titik awal penerapan: Jalan Depok dan Jalan Gajah Mada. Keduanya menjadi lokasi pertama pemanfaatan teknologi untuk memantau aktivitas parkir sekaligus mencatat penerimaan retribusi.
SI PADU merupakan sistem parkir digital yang memanfaatkan kamera pengawas atau closed-circuit television (CCTV) di lokasi parkir sasaran. Perangkat itu dipasang untuk membantu pemantauan kondisi lapangan secara langsung.
Pemantauan diarahkan pada dua hal: praktik parkir ilegal dan pungutan yang tidak sesuai ketentuan. Dengan begitu, transparansi penerimaan retribusi bisa ditingkatkan sekaligus menekan potensi kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Peluncuran SI PADU merupakan wujud nyata komitmen Dinas Perhubungan Kota Semarang dalam melakukan transformasi digital. Kami tidak hanya ingin mempermudah layanan bagi masyarakat, tetapi juga memastikan bahwa sistem perparkiran kita berjalan lebih transparan, akuntabel, dan responsif," ujar Danang.
Pembayaran parkir secara non-tunai atau cashless telah berjalan di lokasi penerapan. Pengembangan pencatatan data secara real-time masih menjadi bagian dari proses penyempurnaan sistem.
Kepala Bidang Parkir Dishub Kota Semarang Andreas Caturady Kristianto menjelaskan, sistem dikembangkan untuk mendorong pengelolaan parkir yang lebih profesional dengan memanfaatkan teknologi digital.
Namun efektivitas pengawasan tidak bergantung pada perangkat digital semata. Tindak lanjut petugas, ketepatan pencatatan transaksi, serta kesesuaian antara penerimaan dan setoran retribusi tetap menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya.
Bagi pengguna jasa parkir, kehadiran CCTV diharapkan menambah rasa aman dan memastikan tarif yang dibayarkan sesuai ketentuan. Bagi pemerintah kota, pencatatan yang lebih rapi membuka peluang optimalisasi PAD dari sektor retribusi parkir.
Danang menyebut inovasi tersebut diharapkan membantu mengoptimalkan PAD sekaligus meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam menggunakan layanan parkir.
Sejauh mana SI PADU menekan kebocoran retribusi baru akan terlihat setelah sistem berjalan penuh di dua ruas jalan itu. Dishub Kota Semarang belum menyebut rencana perluasan ke lokasi lain.