PURWOREJO — Pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi di Dukuh Sembuh, RT 01/RW 02, Desa Kebon Gunung, Kecamatan Loano, Kabupaten Purworejo, telah selesai. Personel Polsek Loano bersama warga bergotong royong menyelesaikan tahap akhir pengecoran beton jalan pada Minggu (17/5/2026). Jembatan permanen ini langsung difungsikan sebagai akses utama menuju lahan pertanian dan jalur distribusi hasil panen.
Dulu Jembatan Bambu, Kini Beton Permanen
Sebelumnya, warga hanya mengandalkan jembatan darurat berbahan bambu untuk melintasi aliran irigasi Sungai Bogowonto. Kondisi itu kerap menyulitkan karena jembatan sering hanyut diterjang banjir dan derasnya arus air, terutama saat musim hujan. Akibatnya, mobilitas alat dan mesin pertanian (alsintan) serta pengangkutan hasil panen kerap terhambat.
“Jembatan permanen ini akan mempermudah mobilitas alsintan, mempercepat distribusi sarana produksi pertanian, sekaligus memperlancar pengangkutan hasil panen masyarakat,” tutur Kepala Desa Kebon Gunung, Fatah Kusumo Handogo atau Atah.
Manfaat untuk Tiga Desa
Jembatan yang mulai dibangun pada 19 Februari 2026 ini tidak hanya melayani warga Desa Kebon Gunung. Atah mengatakan, akses menuju lahan pertanian di Desa Mudalrejo dan Maron juga ikut terbantu. “Akses menuju lahan pertanian menjadi lebih cepat, aman, dan efisien,” ujarnya.
Jembatan Merah Putih Presisi juga dirancang sebagai jalur lingkar desa di kawasan persawahan Dusun Sembuh. Dengan rampungnya jembatan ini, waktu tempuh warga diperkirakan dapat dipangkas hingga 20 sampai 25 menit.
Bukti Nyata Polri Hadir di Tengah Warga
Proyek ini merupakan bentuk kolaborasi antara Polri dan masyarakat dalam menjawab kebutuhan infrastruktur pedesaan. Kepala Desa Kebon Gunung menegaskan, keberadaan jembatan menjadi bukti nyata hadirnya Polri di tengah masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi warga. Kini, petani di Kecamatan Loano memiliki akses yang lebih aman dan layak untuk menunjang aktivitas pertanian maupun konektivitas antarwilayah.