JAWA TENGAH — Komandan Pusat Amerika Serikat (US CENTCOM) mengumumkan serangan dimulai pukul 17.00 EDT dan merupakan "balasan proporsional" atas jatuhnya helikopter Angkatan Darat AS pada Senin malam. Dua sumber mengatakan kepada CNN target awal serangan adalah sistem pertahanan udara dan radar di sekitar Selat Hormuz. Satu sumber lain menyebut serangan tambahan diperkirakan akan terjadi.
Dua Pilot Selamat, Trump Berubah Sikap
Presiden Trump awalnya menyebut penembakan helikopter itu sebagai "bukan masalah besar" dalam wawancara dengan Wall Street Journal pada Selasa. Kedua pilot yang terlibat tidak terluka, demikian pernyataan Trump di Truth Social. Namun dalam pernyataan selanjutnya kepada ABC, Trump menekankan pentingnya memberikan respons yang kuat dan dahsyat. "Saya pikir sangat penting untuk merespons. Mereka menembak jatuh sebuah helikopter, dan kami sedang merespons saat ini," kata Trump kepada Jonathan Karl dari ABC.
"Ini adalah respons terhadap apa yang mereka lakukan, mereka lakukan terhadap helikopter kita tadi malam, dan saya percaya responsnya harus sangat kuat, sangat dahsyat, dan itulah yang terjadi," lanjut Trump.
Ledakan Terdengar di Tiga Kota Pesisir Iran
Kantor berita semi-resmi Iran, Mehr, melaporkan warga di kota pesisir Sirik mendengar "sejumlah ledakan." Ledakan serupa juga terdengar di Bandar Abbas dan Pulau Qeshm yang berbatasan langsung dengan Selat Hormuz. "Sifat pasti dari suara-suara ini belum ditentukan, dan hingga saat ini, belum ada otoritas militer atau penegak hukum resmi yang berkomentar tentang penyebab ledakan tersebut," tulis Mehr.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada CNN serangan baru ini dimaksudkan sebagai tembakan peringatan kepada Iran. Pejabat itu meyakini operasi militer ini tidak akan menghambat negosiasi untuk mengakhiri perang yang masih berlangsung. US CENTCOM dalam unggahan media sosialnya menggambarkan serangan itu sebagai "serangan pertahanan diri" dan "balasan proporsional terhadap agresi Iran yang tidak beralasan."
Drone Shahed Iran Diduga Jadi Penyebab Jatuhnya Apache
Seorang sumber yang mengetahui jatuhnya helikopter AS mengatakan sebuah drone Shahed Iran menyerang pesawat tersebut pada Senin. Namun pejabat AS lainnya mengakui belum jelas apakah drone itu sengaja menargetkan Apache atau merupakan penembakan yang tidak disengaja. Jatuhnya helikopter di Selat Hormuz menjadi insiden terbaru yang memicu eskalasi militer di kawasan Teluk Persia yang selama ini menjadi jalur strategis pengiriman minyak dunia.