KUDUS — Peresmian sumur bor di kompleks makam ulama besar setempat itu dipimpin langsung Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo. Hadir dalam agenda tersebut jajaran pejabat utama Polres Kudus, perangkat Desa Undaan Lor, tokoh masyarakat, dan puluhan warga.
Prosesi diawali dengan penyerahan sumur bor secara simbolis dari Polres Kudus kepada Pemerintah Desa Undaan Lor. Kapolres kemudian mengambil air pertama sebagai tanda fasilitas mulai bisa dimanfaatkan.
Komitmen Polri di Tengah Ancaman Kekeringan
AKBP Heru menegaskan akses air bersih merupakan kebutuhan dasar publik yang krusial. Melalui momentum Hari Bhayangkara, jajarannya berkomitmen menghadirkan bantuan fisik berdampak jangka panjang.
“Hari Bhayangkara bukan hanya momentum bagi Polri untuk berbenah meningkatkan pelayanan, melainkan wujud nyata pengabdian melalui aksi sosial yang langsung menyentuh masyarakat. Kami berharap sumur ini dirawat bersama-sama agar manfaatnya berkelanjutan,” ujar Kapolres.
Apresiasi Kepala Desa: Solusi Tepat Musim Kemarau
Kepala Desa Undaan Lor, Nurul Qomar, mengungkapkan rasa terima kasih atas inisiatif jajaran kepolisian. Menurutnya, sumur bor menjadi solusi konkrit menghadapi ancaman krisis air bersih saat kemarau tiba.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kapolres Kudus dan jajaran. Fasilitas ini akan sangat membantu masyarakat kami, terutama sebagai solusi pasokan air bersih kala musim kemarau datang,” tutur Nurul Qomar.
Ziarah ke Makam Syech Abdullah Akhiri Rangkaian Acara
Menutup acara, AKBP Heru bersama rombongan menyempatkan diri ziarah dan doa bersama di makam Syech Abdullah, ulama besar yang dimakamkan di kompleks tersebut. Aksi sosial ini sekaligus mempertegas sinergitas Polri dengan elemen masyarakat di Kabupaten Kudus.