KLATEN — Sebanyak 417 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta bakal berjualan roti keliling. Mereka adalah peserta tahap pertama program pemberdayaan hasil kerja sama Kementerian Sosial (Kemensos) dengan PT Sari Roti.
Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono melepas 100 KPM secara simbolis di Grha Bung Karno, Klaten, Selasa (30/6/2026). Ratusan peserta lainnya akan menyusul dalam waktu dekat.
Fasilitas Usaha: Sepeda dan Boks Motor
Setiap peserta mendapat dukungan usaha yang disesuaikan dengan kondisi mereka. KPM yang belum memiliki kendaraan akan dipinjami sepeda, sementara yang sudah punya sepeda motor mendapatkan boks penjualan.
"Untuk yang tidak mempunyai kendaraan bermotor, nanti kita sudah sediakan sepeda, yang sudah punya sepeda motor, nanti kita ada box motor," ujar Regional Manager PT Sari Roti Andi Bramantya Saputra.
Seluruh aset ini dipinjamkan selama peserta mengikuti program. Jika rusak, perusahaan akan menggantinya agar usaha tetap berjalan.
Pelatihan dan Skema Penghasilan di Tiga Bulan Pertama
Peserta tidak hanya diberi modal fisik. Mereka juga mendapatkan pelatihan dan pendampingan dari tim PT Sari Roti saat berjualan di lapangan.
Selama tiga bulan awal, penghasilan berasal dari sistem komisi berdasarkan penjualan harian dan bulanan. Setelah itu, Kemensos dan PT Sari Roti masih membahas skema penggajian tetap.
Andi menambahkan, pemberdayaan tak melulu sebagai penjual keliling. KPM dengan latar belakang pendidikan tertentu berpeluang direkrut menjadi tenaga penjualan. Peserta lain bisa mengikuti pelatihan usaha mikro berbasis produk olahan roti.
"Semua akan kita berdayakan. Ada yang menjadi hawker, ada yang bisa direkrut menjadi salesman, dan ada juga yang diarahkan mengembangkan usaha roti olahan sesuai kemampuan masing-masing," katanya.
Wamen: Jangan Menyerah Hadapi Tantangan
Agus Jabo Priyono menyebut program ini sebagai awal menyeberangi jembatan emas menuju kemandirian. Ia mengingatkan para KPM agar tetap bersemangat meski usaha punya banyak tantangan.
"Yang penting usaha, semangat, yang namanya usaha itu tantangannya macam-macam, tidak boleh menyerah. Kalau ada masalah, nanti konsultasi dengan pendamping," ucapnya.
Program ini, kata Agus Jabo, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto agar masyarakat keluar dari kemiskinan melalui pemberdayaan, bukan bergantung pada bantuan sosial.