SOLO — Hari pertama sekolah tahun ajaran baru di SDN Cemara Dua Solo tidak berlangsung seperti biasanya. Para wali kelas tampil dengan jubah hitam panjang, topi runcing, dan tongkat sihir—persis seperti karakter dalam film Harry Potter. Mereka menyambut puluhan siswa baru di gerbang sekolah yang dihias menyerupai stasiun kereta King's Cross.
Mengapa tema Harry Potter dipilih untuk MPLS?
Kepala SDN Cemara Dua menjelaskan bahwa tema ini sengaja dipilih untuk mengurangi rasa cemas dan gugup murid baru. "Anak-anak biasanya tegang di hari pertama. Dengan tema yang mereka kenal dari film atau buku, suasana jadi lebih santai dan menyenangkan," ujarnya dalam keterangan yang diterima Disdik Solo.
Setiap wali kelas memerankan tokoh berbeda, seperti Profesor McGonagall atau Dumbledore. Mereka juga menyiapkan "surat undangan" bergaya Hogwarts yang dibagikan kepada siswa sebelum hari H.
Apresiasi dari Dinas Pendidikan Kota Solo
Kepala Bidang SD Disdik Kota Solo, Eni Idayati, menilai pendekatan ini efektif untuk membangun kedekatan emosional antara guru dan murid baru. "Ini inovasi yang patut dicontoh sekolah lain. MPLS tidak harus kaku dan menegangkan," kata Eni saat dihubungi, Senin.
Disdik Solo sendiri tidak melarang sekolah menggunakan tema-tema kreatif selama tidak mengganggu substansi pengenalan lingkungan sekolah. Eni menambahkan, pihaknya akan mendokumentasikan kegiatan ini sebagai bahan referensi bagi SD lain di Kota Solo.
Respons orang tua dan siswa
Sejumlah orang tua yang mengantar anaknya mengaku terkejut namun senang dengan sambutan tersebut. "Anak saya tadinya takut, begitu lihat gurunya pakai kostum Harry Potter, langsung semangat masuk kelas," kata Wati, salah satu orang tua murid.
Kegiatan MPLS di SDN Cemara Dua rencananya berlangsung selama tiga hari ke depan, dengan berbagai permainan edukatif yang masih mengusung nuansa sihir ala Hogwarts.