SLAWI — Slawi Night Carnival 2026 berlangsung meriah di Kabupaten Tegal, Sabtu (22/8/2026) malam. Parade yang menempuh rute sepanjang 1,8 kilometer ini menjadi magnet bagi warga yang rela berdesakan di tepi jalan untuk menyaksikan kostum-kostum spektakuler para peserta.
Karnaval dimulai dari depan Rumah Dinas Wakil Bupati Tegal dan berakhir di panggung kehormatan Alun-Alun Hanggawana Slawi. Kehadiran kendaraan roda empat yang dihias menjadi properti raksasa turut menyemarakkan suasana malam itu.
Kostum 12 Kilogram dari Solo Dipanggul Guru SMP
Fahmi, guru SMP Negeri 3 Pangkah, menjadi salah satu peserta yang mencuri perhatian. Kostum yang dikenakannya berbobot 12 kilogram dan disewa langsung dari Kota Surakarta (Solo).
"Beratnya sekitar 12 kilogram dengan jarak tempuh 1,8 kilometer. Memang cukup menguras fisik, tetapi kami tetap semangat demi merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kabupaten Tegal," ujar Fahmi.
Persiapan kostum megah tersebut, kata Fahmi, sudah dilakukan sejak pukul 14.00 WIB. Meski beban di pundak terasa berat, ia mengaku tetap menikmati setiap langkah di sepanjang rute.
Antusiasme Penonton Jadi Suntikan Energi
Hal serupa dirasakan Cindy, guru SMP Negeri 1 Kramat. Dengan kostum berbobot 8 kilogram, ia mengaku tidak merasa keberatan karena dukungan penonton yang luar biasa sepanjang perjalanan.
"Sama sekali tidak terasa berat karena kami sangat bersemangat. Bagi kami, Slawi Night Carnival bukan sekadar parade, melainkan ruang kreativitas dan hiburan baru bagi masyarakat," tutur Cindy.
Kostum warna-warni dengan aksesori berukuran jumbo serta visualisasi berbagai karakter unik menjadi daya tarik utama. Warga dari berbagai usia tampak berebut posisi paling depan untuk mengabadikan momen menggunakan ponsel mereka.
Ruangan Kreativitas Warga di Tengah Perayaan Kemerdekaan
Slawi Night Carnival 2026 menjadi salah satu agenda hiburan yang dinantikan warga dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Acara ini sekaligus membuktikan bahwa parade malam hari mampu menjadi alternatif ruang ekspresi seni dan kreativitas masyarakat Kabupaten Tegal.
Meski keringat mengucur deras dan langkah kaki mulai melambat, semangat para peserta tidak surut. Mereka terus berjalan hingga tiba di panggung kehormatan untuk disaksikan langsung oleh ribuan pasang mata.