BANDUNGAN — Seorang warga lanjut usia menjadi orang pertama yang menemukan bayi perempuan malang itu saat sedang menyusuri Jalan Raya Jimbaran–Lemah Abang untuk mengumpulkan botol bekas dan kayu bakar. Slamet (73) awalnya mencurigai bungkusan plastik putih di bawah pohon mahoni yang rindang, dan saat didekati, ia terkejut mendapati sesosok bayi yang masih bernapas serta bergerak aktif di dalamnya.
Tanpa menunggu lama, Slamet bergegas mencari Kepala Desa Pakopen untuk melapor. Di tengah perjalanan, ia berpapasan dengan warga yang sedang bergotong royong di lapangan desa. Informasi itu langsung menyebar dan membuat warga berbondong-bondong mendatangi lokasi temuan.
Kondisi Bayi: Tali Pusar Masih Menempel, Berat 3,1 Kilogram
Bayi tersebut langsung dievakuasi ke tempat praktik bidan desa Nur Endang Sulastri untuk mendapatkan tindakan medis darurat. Dari pemeriksaan awal, bidan memastikan bayi berjenis kelamin perempuan itu dalam keadaan sehat, meski tali pusarnya masih menempel.
"Bayi dalam keadaan sehat, dan diperkirakan lahir beberapa jam lalu dengan tali pusar masih menempel, bobot bayi 3.1 Kg dan panjang 48 Cm," terang Nur Endang.
Polisi Gelar Olah TKP dan Buru Orang Tua Bayi
Begitu menerima laporan warga, Polsek Bandungan dan Polres Semarang langsung bergerak ke lokasi. Garis polisi dipasang di sekitar pohon mahoni untuk mengamankan barang bukti, sementara proses olah tempat kejadian perkara (TKP) dipimpin langsung oleh Kasat Reskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana bersama Kapolsek Bandungan Iptu Subedi, atas arahan Kapolres Semarang AKBP Heru Dwi Purnomo.
Tim penyidik telah meminta keterangan dari sejumlah saksi kunci. Aparat mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai identitas orang tua atau pelaku penelantaran bayi untuk segera berkoordinasi dengan Polres Semarang atau menghubungi layanan panggilan darurat 110.
Siapa Sosok Penemu Pertama Bayi di Pakopen?
Slamet (73), seorang warga lansia yang kebetulan sedang melintas di area tersebut untuk mengumpulkan kayu bakar dan botol bekas, adalah orang pertama yang menemukan bayi tersebut. Ia menyampaikan temuannya kepada warga yang sedang bergotong royong di lapangan desa, yang kemudian berbondong-bondong mendatangi lokasi penemuan.
Di Mana Lokasi Persis Penemuan Bayi di Bandungan?
Bayi perempuan itu ditemukan di bawah pohon mahoni di area depan pemakaman umum Desa Pakopen, Jalan Raya Jimbaran–Lemah Abang, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. Lokasi ini berada di sisi jalan utama yang cukup ramai dilalui warga.