JAWA TENGAH — Empat kapal yang memulai transisi tersebut adalah TB Hasnur 18, TB Hasnur 21, TB Hasnur 23, dan TB Hasnur 01. Direktur Operasi HAIS, Laorentina Devi, menyebut langkah ini dilakukan secara bertahap dan terukur.
"Kami menargetkan penggunaan B50 akan diperluas hingga mencakup 24 kapal tugboat milik HIS secara bertahap, dengan tetap memastikan kesiapan pasokan dan keandalan mesin kapal," ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia, Rabu (26/8/2026).
Bukan Sekadar Biofuel: Panel Surya Ikut Dipasang
Inovasi HAIS tidak berhenti pada penggunaan B50. Perusahaan juga mengintegrasikan teknologi panel surya di lima armada sebagai sumber energi alternatif untuk memenuhi kebutuhan listrik kapal saat bersandar di pelabuhan.
Kombinasi dua sumber energi terbarukan ini menjadikan HAIS salah satu pionir pelayaran hijau di Indonesia. Efisiensi energi yang dihasilkan pun ganda: pengurangan konsumsi solar di laut lewat B50, dan penghematan listrik di pelabuhan lewat tenaga surya.
Keandalan Mesin Jadi Prioritas
Beralih ke B50 bukan tanpa tantangan. Campuran biodiesel yang lebih tinggi berisiko memengaruhi kinerja mesin jika tidak dikelola dengan baik. Manajemen HAIS mengaku melakukan pemantauan ketat terhadap kondisi mesin dan sistem bahan bakar secara berkala.
"Kebijakan ini bertujuan mendukung ketahanan energi nasional. Sebagai pemain kunci dalam rantai pasok energi, kami berkomitmen penuh mendukung pemerintah dengan tetap memperhatikan kelancaran operasional kapal," tambah Laorentina.
Dukungan Nyata untuk Target Energi Bersih Pemerintah
Langkah HAIS sejalan dengan kebijakan pemerintah yang terus mendorong pemanfaatan biodiesel di sektor transportasi, termasuk transportasi laut. Sebagai anak usaha grup Hasnur yang bergerak di bidang logistik dan rantai pasok energi, langkah ini memperkuat posisi perusahaan di tengah tuntutan industri pelayaran internasional untuk mematuhi regulasi emisi yang semakin ketat.
Dengan 24 kapal tunda yang ditargetkan beralih ke B50, HAIS berpotensi memangkas emisi karbon dalam jumlah signifikan setiap tahunnya. Perusahaan juga membuka peluang bagi operator pelayaran lain untuk mengikuti jejak serupa, mengingat infrastruktur dan pengalaman yang sudah dibangun HAIS bisa menjadi referensi.
Inisiatif ini menempatkan HAIS di garda depan transformasi energi di sektor maritim nasional, seiring target pemerintah mencapai net zero emission pada 2060.