JAWA TENGAH — Kenaikan harga RAM dan SSD dalam beberapa bulan terakhir memaksa produsen laptop global menyesuaikan banderol produknya, termasuk Axioo. Perusahaan teknologi asal Indonesia ini buka suara soal keluhan konsumen yang menilai produknya semakin mahal dan beredarnya isu penggunaan ODM berkualitas rendah.
Kenaikan Harga Komponen Global Tekan Biaya Produksi
Timmy Theopelus, VP Business Development & Strategic Partnership PT Tera Data Indonusa Tbk, menjelaskan bahwa RAM dan SSD menyumbang porsi signifikan dari total biaya produksi sebuah laptop. Kondisi ini bukan hanya dialami Axioo, melainkan seluruh industri di tingkat global.
"Tantangannya bukan sekadar bagaimana menaikkan harga, tapi bagaimana sebisa mungkin kenaikannya tidak membuat produk kehilangan value," ujar Timmy dalam wawancara eksklusif. Ia menambahkan bahwa perusahaan mengevaluasi ulang seluruh konfigurasi produk, bukan hanya fokus pada biaya per komponen.
Yang ditekankan Axioo adalah memastikan setiap unit yang dipasarkan tetap masuk akal dari sisi performa, kapasitas, dan kemampuan upgrade. Harga jual akhir juga harus kompetitif di kelasnya masing-masing.
Soal Isu ODM dan Tudingan Produk Makin Mahal
Manajemen Axioo merespons isu yang beredar di media sosial mengenai penggunaan jasa kontrak manufaktur atau ODM. Timmy membantah tudingan yang menyebut Axioo menggunakan vendor kelas bawah dengan kualitas buruk.
Menurutnya, komentar warganet yang menyebut harga laptop Axioo kini mendekati merek global adalah hal yang wajar dan fair. Pihaknya memahami bahwa konsumen tidak punya kewajiban untuk membeli produk lokal hanya karena alasan brand Indonesia.
"Konsumen berhak bertanya: saya dapat apa di harga segini?" tegas Timmy. Ia mengakui bahwa di tengah tren kenaikan harga, persepsi nilai menjadi faktor kunci yang menentukan keputusan pembelian.
Strategi Axioo Bertahan di Tengah Tekanan Biaya
Alih-alih sekadar menaikkan harga, Axioo justru fokus pada pembenahan nilai jual produk. Strategi yang dijalankan adalah memastikan setiap kenaikan harga bisa dijelaskan oleh kualitas produk yang ditawarkan.
Perusahaan meminta konsumen untuk membandingkan laptop Axioo dengan merek lain di rentang harga yang sama. Perbandingan tersebut mencakup aspek performa, konfigurasi hardware, fleksibilitas upgrade, hingga layanan purna jual.
"Kalau setelah dibandingkan Axioo lebih masuk akal, baru perusahaan dinilai layak dipilih," ujar Timmy. Langkah ini diambil untuk mempertahankan loyalitas pengguna sekaligus menarik segmen baru yang sensitif terhadap harga namun tetap membutuhkan spesifikasi mumpuni.
Dampak ke Konsumen dan Arah Pasar Laptop 2025
Lonjakan biaya produksi ini diperkirakan masih akan berlanjut sepanjang tahun seiring dengan permintaan chip memori yang tinggi untuk kebutuhan AI dan data center. Bagi konsumen Indonesia, fenomena ini berarti anggaran pembelian laptop baru harus lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.
Axioo sendiri menegaskan komitmennya untuk tetap menghadirkan produk dengan rasio harga-terhadap-spesifikasi terbaik di pasar. Perusahaan yang juga tercatat di bursa efek ini mengandalkan rantai pasok dan perakitan lokal untuk menekan biaya logistik.
Perbincangan lengkap mengenai strategi Axioo menghadapi krisis komponen dan masa depan pasar laptop nasional dapat disimak dalam tayangan podcast bersama tim redaksi.