JAWA TENGAH — Arm resmi memperkenalkan GPU mobile terbarunya, Mali G2-Ultra NX, setelah lima tahun riset dan pengembangan. Unit pemrosesan grafis ini menjadi GPU pertama dari Arm yang memiliki akselerator kecerdasan buatan (AI) khusus di dalam pipa pemrosesan grafisnya, atau yang mereka sebut neural graphics. Debut perdananya terjadi pada ponsel lipat Xiaomi 18 Fold yang menggunakan chipset 3nm buatan sendiri, XRING O3.
Menghadirkan Teknologi ala DLSS ke Ponsel
Strategi Arm kali ini mengadopsi pendekatan yang sudah sukses diterapkan Nvidia di industri PC. Dengan neural graphics, ponsel gaming bisa menjalankan game berat dengan framerate lebih tinggi, resolusi lebih tajam, dan tata cahaya realistis tanpa menguras baterai secara drastis.
Tiga fitur utama yang menjadi andalan Mali G2-Ultra NX:
- Neural Super Sampling (NSS): Teknik AI upscaling yang merekonstruksi visual beresolusi rendah menjadi tampilan tajam sekelas 1080p hingga 3.2K.
- Neural Frame Rate Upscaling: AI frame generation yang menyisipkan frame baru di antara frame asli untuk melipatgandakan kelancaran gerakan.
- Neural Denoising: Akselerasi ray tracing berbasis AI untuk menghasilkan efek pantulan cahaya dan bayangan yang bersih dan realistis.
Lompatan Performa dan Efisiensi Daya
Di atas kertas, Mali G2-Ultra NX mencatatkan peningkatan performa grafis hingga 85% serta penurunan konsumsi daya hingga 64% dibandingkan generasi sebelumnya. Untuk game konvensional tanpa AI, GPU 16-core ini masih menyajikan lonjakan performa sebesar 14%.
Kunci utama inovasi ini terletak pada efisiensi termal dan daya. Saat seluruh fitur pemrosesan AI diaktifkan, konsumsi daya khusus GPU tercatat hanya sebesar 1,5 Watt. Arm mengklaim penghematan ini membuat sesi bermain game berat pada resolusi 1080p 60fps dapat bertahan hingga tiga jam nonstop tanpa menyebabkan perangkat menjadi panas.
Dukungan Pengembang dan Judul Game yang Siap
Arm telah berkolaborasi dengan jajaran pengembang game ternama seperti Tencent Games, NetEase, dan Infold Games, serta mesin pengembang Unity China untuk mengintegrasikan teknologi neural graphics. Sejumlah judul game yang dipastikan mengadopsi fitur ini antara lain Where Winds Meet, Infinity Nikki, serta Arena Breakout: Infinite.
Ekspansi ke Pasar Global Tahun Depan
EVP Edge AI Arm, Chris Bergey, menegaskan bahwa inovasi GPU Mali G2-Ultra NX tidak hanya akan berhenti di pasar China. Dikutip dari The Verge pada Rabu (9/9/2026), mulai tahun depan akselerator grafis AI ini akan menyasar lebih banyak smartphone flagship global, tablet kelas atas, hingga perangkat berlayar besar seperti Chromebook dan Googlebooks.
Langkah ini menandai babak baru persaingan GPU mobile, di mana efisiensi daya dan kecerdasan buatan menjadi medan pertempuran utama. Bagi pengguna di Indonesia, teknologi ini berpotensi mengubah ekspektasi performa gaming di perangkat flagship yang akan hadir di pasar lokal tahun depan.