JAWA TENGAH — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat indeks harga konsumen (IHK) untuk kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga di Wonosobo berada di level 107,75 pada Agustus 2026, menguat dari posisi 107,63 pada Juli 2026. Dari sembilan kelompok pengeluaran yang disurvei BPS di daerah tersebut, kelompok ini menempati peringkat keempat penyumbang inflasi.
Pemicu utama kenaikan berasal dari subkelompok peralatan rumah tangga yang mencatat inflasi 2,27% secara bulanan. Disusul subkelompok peralatan dan perlengkapan perumahan serta kebun sebesar 0,99%.
Rincian Inflasi Subkelompok di Wonosobo
BPS memecah inflasi kelompok ini ke dalam lima subkelompok. Selain peralatan rumah tangga dan perlengkapan perumahan, komponen tekstil rumah tangga serta barang dan layanan untuk pemeliharaan rumah tangga rutin masing-masing naik 0,11%. Adapun barang pecah belah dan peralatan makan minum tercatat tumbuh paling rendah, yakni 0,06%.
“Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga menyumbang 0,41% terhadap inflasi daerah secara keseluruhan,” demikian tertulis dalam publikasi BPS yang dirilis Selasa (8/9).
Posisi Wonosobo vs Daerah Lain
Jika dibandingkan secara tahunan (year on year/yoy), inflasi kelompok ini di Wonosobo justru mengalami penurunan 0,43%. Sementara itu, sejak awal tahun berjalan (year to date/ytd), harga-harga di kelompok tersebut telah tumbuh 0,24%.
Di antara 138 kabupaten/kota yang disurvei BPS, laju inflasi barang dan layanan pemeliharaan rumah tangga rutin di Wonosobo menempati urutan ke-72. Sebagai pembanding, inflasi tertinggi untuk subkelompok barang dan layanan pemeliharaan rumah tangga rutin terjadi di Kabupaten Aceh Tengah sebesar 2,84%, sedangkan yang terendah berada di Kabupaten Minahasa Selatan dengan deflasi 1,97%.
Untuk kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga secara nasional, inflasi tertinggi tercatat 0,17% dengan IHK 104,62. Sementara kabupaten dengan inflasi terendah adalah Kabupaten Lebak yang mengalami penurunan 0,18% dengan IHK 95,56.
Konteks Inflasi Umum Nasional
Perlambatan inflasi di Wonosobo sejalan dengan tren nasional. BPS melaporkan inflasi umum nasional pada Agustus 2026 turun 0,14% secara bulanan, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. Secara tahun kalender, inflasi nasional mencapai 1,8% (ytd) dan 2,88% secara tahunan.
Kelompok pengeluaran dengan inflasi tertinggi di Wonosobo pada Agustus 2026 tetap dipegang oleh makanan, minuman dan tembakau yang mencatat kenaikan 1,03% secara bulanan. Kenaikan harga peralatan rumah tangga di Wonosobo ini perlu dicermati pelaku usaha ritel dan distributor barang rumah tangga untuk mengatur strategi persediaan menjelang akhir tahun.