JAWA TENGAH — Menteri Perumahan Irlandia James Browne mengusulkan kenaikan kredit pajak penyewa sebesar €300 per tahun menjadi €1.300 atau setara Rp26,55 juta. Usulan itu muncul saat pembahasan APBN 2027 memasuki tahap intensif, dengan tujuan agar lebih banyak penyewa memanfaatkan fasilitas pajak tersebut di tengah harga sewa yang masih tinggi.
Pemerintah Irlandia menilai masih banyak penyewa yang sebenarnya memenuhi syarat menerima kredit pajak, tetapi belum mengajukan fasilitas itu ke otoritas pajak. Kenaikan nilai kredit diharapkan mendorong partisipasi mereka sekaligus meringankan beban biaya tempat tinggal.
Perubahan aturan sewa di Irlandia dalam beberapa waktu terakhir memang memperkuat hak penyewa. Meski begitu, tarif sewa dinilai belum turun ke level yang terjangkau sehingga insentif fiskal tetap dibutuhkan.
Besaran Kenaikan Kredit Pajak yang Diusulkan
- Kredit pajak penyewa: naik €300 per tahun, dari €1.000 menjadi €1.300 atau sekitar Rp26,55 juta.
- Insentif Help to Buy bagi pembeli rumah pertama: diusulkan naik dari €30.000 menjadi €50.000.
- Skema Rent-a-Room: didorong diperluas agar pemilik rumah bisa memperoleh penghasilan dari menyewakan kamar.
Browne menyampaikan usulan tersebut secara terbuka dalam pembahasan anggaran. "Dalam APBN ini, kami mendorong kenaikan kredit pajak penyewa," ujarnya, dikutip pada Senin (21/9/2026).
Help to Buy Masih Menuai Penolakan Internal
Usulan menaikkan insentif Help to Buy belum mendapat dukungan penuh di lingkaran pemerintahan. Wakil Perdana Menteri Simon Harris sebelumnya menolak kenaikan tersebut.
Sikap serupa datang dari Perdana Menteri Micheal Martin. Ia menilai pemerintah perlu lebih memfokuskan diri pada peningkatan pendanaan modal untuk Kementerian Perumahan ketimbang memperbesar subsidi pembeli.
Martin justru mendukung perluasan skema Rent-a-Room, yang memungkinkan pemilik rumah mendapat penghasilan dari menyewakan kamar. Skema ini dinilai lebih cepat menambah pasokan hunian tanpa membebani anggaran secara langsung.
Tekanan Demografi pada Anggaran Jangka Panjang
Irlandia menghadapi persoalan populasi yang menua cepat pada pertengahan dekade berikutnya. Kondisi itu diperkirakan menaikkan biaya layanan publik dan beban pajak pada masa mendatang, seperti dilansir irishexaminer.com.
Tekanan demografi membuat setiap usulan insentif baru harus diuji ketat terhadap ruang fiskal. Kredit pajak penyewa dan Help to Buy sama-sama bersaing dengan kebutuhan belanja modal perumahan yang juga mendesak.
Apa Artinya bagi Penyewa dan Pembeli Rumah Pertama
Jika disetujui, kenaikan kredit pajak penyewa menambah ruang belanja tahunan bagi rumah tangga penyewa di Irlandia. Namun keputusan akhir tetap bergantung pada negosiasi APBN 2027 dan sikap para pejabat yang sejauh ini belum sepakat soal Help to Buy.
Bagi pasar, arah kebijakan ini memberi sinyal bahwa pemerintah Irlandia memilih menopang daya beli lewat jalur pajak, bukan lewat intervensi langsung ke harga sewa. Pilihan itu menyisakan pertanyaan soal efektivitasnya menahan laju kenaikan sewa di kota-kota besar.