BYD Seagull 2026 Dilengkapi LiDAR dengan Harga Rp 155 Juta, Teknologi Autonomous Driving Masuk Mobil Termurah

Penulis: Budi Santoso  •  Rabu, 13 Mei 2026 | 11:45:01 WIB
BYD Seagull 2026 hadir dengan teknologi LiDAR dan sistem autonomous driving di varian mid-range.

JAWA TENGAH — Seagull terus mempertahankan posisi sebagai EV paling terjangkau di dunia dengan harga dasar Rp 118 juta (69.900 yuan), sama dengan generasi sebelumnya. Namun, upgrade signifikan hadir pada varian mid-range yang menampilkan sistem autonomous driving dengan LiDAR—teknologi yang biasanya terbatas untuk kendaraan premium dan crossover mewah.

Mobil hatchback berukuran 3.780 mm ini meraih gelar EV terlaris kelima dunia tahun lalu dengan 450.000 unit terjual. Di Eropa dijual sebagai Dolphin Surf, sementara di pasar Asia Tenggara dan Timur dikenal sebagai Dolphin Mini. Pencapaian ini mendorong BYD untuk terus mengupgrade teknologi tanpa menaikkan entry price—strategi agresif untuk mempertahankan posisi di tengah intensnya price war pasar EV China.

Enam Varian dengan Dua Pilihan Kapasitas Baterai

Lineup 2026 Seagull terdiri dari enam varian yang berbeda dalam aspek jangkauan dan teknologi. Varian Vitality dan Freedom menggunakan baterai 30,08 kWh dengan jangkauan CLTC 305 km, sedangkan Comfort dan Flying dilengkapi baterai lebih besar 38,88 kWh untuk jangkauan 405 km.

Semua unit menggerakkan satu motor listrik depan 55 kW (73 hp) yang sama. Seagull tetap mengutamakan efisiensi dan kemudahan berkendara sehari-hari daripada performa blistering—positioning yang tepat untuk entry-level market.

Teknologi Autonomous Driving: God's Eye B dengan LiDAR Roof-Mounted

Fitur terdepan Seagull 2026 adalah sistem God's Eye B (dikenal juga sebagai DiPilot 300), yang ditawarkan eksklusif pada varian Freedom dan Flying. Upgrade ini menghadirkan harga Rp 155 juta untuk Freedom Edition 305 km (90.900 yuan) dan Rp 189 juta untuk Flying Edition 405 km (97.900 yuan).

Sistem ini dilengkapi LiDAR roof-mounted yang sebelumnya hanya dijumpai di model premium BYD seperti Denza. Kemampuannya mencakup Navigation on Autopilot (NOA) baik di kota maupun highway, serta automated parking. Computing power disuplai oleh prosesor Nvidia Drive Orin dengan peak performance 254 TOPS—sama dengan yang digunakan Tesla dan kendaraan autonomous driving tingkat enterprise.

Dengan upgrade ini, BYD melampaui strategi kompetitor Leapmotor, yang baru memasukkan LiDAR pada harga 230.000-390.000 yuan (Rp 370 juta-Rp 624 juta) melalui model B10 awal 2025.

Infotainment Baru dan Interior Upgrade

Seagull 2026 mendapatkan layar sentuh floating 12,8 inci yang terintegrasi dengan DiLink 150 advanced smart cockpit. Sistem ini menawarkan 3D car control dan interface yang lebih intuitif dibanding generasi sebelumnya, meskipun detail fungsionalitas khusus belum diumumkan BYD secara menyeluruh.

Implikasi Pasar: Akselerasi Demokratisasi Autonomous Tech

Kehadiran Seagull 2026 dengan LiDAR akan memicu dominoe upgrade di pasar mass-market global. Price war yang sudah intensif di China akan mendorong kompetitor domestik seperti Geely, Li Auto, dan Nio untuk merespons dengan fitur serupa pada harga sebanding. Kemungkinan besar BYD akan membawa teknologi ini ke pasar internasional—terutama Asia Tenggara dan Eropa—sebagai bagian dari ekspansi setelah meluncurkan Flash Charging station 10 menit di China Maret 2026.

Untuk konsumen Indonesia, Seagull dengan teknologi autonomous driving masih dalam fase "tunggu dan lihat" mengingat belum ada distributor resmi yang mengumumkan rencana lokal. Namun, tren ini menunjukkan semakin kompresi gap antara EV budget dan EV premium dalam hal teknologi—signifikan bagi pasar lokal yang masih mendominasi oleh ICEV dengan fitur dasar.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: electrek.co This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top