JAWA TENGAH — Prototipe tersebut debut bersamaan dengan pengumuman strategi bisnis Honda di Jepang, Selasa (15/4). Model fastback empat pintu ini mengusung logo H baru, lampu depan split dengan daytime running light alis ganda, gril trapesium besar, serta gagang pintu flush. Menurut rencana, mobil ini akan mulai dijual dalam dua tahun ke depan sebagai senjata utama Honda di pasar Amerika Serikat, segmen D-segment ke atas.
Langkah ini merupakan respons langsung terhadap kegagalan strategi EV yang membuat Honda mencatat kerugian tahunan pertama dalam sejarah perusahaan. Targetnya, melalui efisiensi dan pengembangan produk yang lebih cepat, Honda bisa mencetak laba rekor pada tahun fiskal 2029. Salah satu kuncinya adalah program "Triple Half" yang bertujuan memangkas biaya pengembangan, waktu, dan beban kerja hingga separuh dari level 2025.
Untuk mencapai target itu, Honda akan melakukan standardisasi komponen dan mengkaji ulang standar internal, meniru pendekatan pabrikan China dan India. Perusahaan juga menghentikan sementara produksi baterai in-house dan akan mengalihkan pabrik joint venture L-H Battery di Ohio untuk memproduksi baterai hybrid.
Satu model yang dikonfirmasi mendapat suntikan teknologi anyar adalah Honda HR-V, yang dikenal sebagai Vezel di Jepang. SUV ini dijadwalkan meluncur pada 2028 dengan membawa generasi terbaru sistem hybrid e:HEV dan fitur ADAS (Advanced Driver Assistance Systems) generasi berikutnya. Sistem ADAS ini rencananya akan diterapkan di 15 model Honda dalam lima tahun mendatang.
Yang menarik, sistem infotainment Asimo OS yang semula dirancang untuk jajaran EV 0 Series yang dibatalkan, kini akan dialihkan ke model-model hybrid. Ini menunjukkan pergeseran prioritas Honda secara total dari kendaraan listrik murni ke kendaraan hibrida yang lebih diminati pasar saat ini.
Honda juga mengklaim sedang berupaya menekan biaya produksi sistem hybrid generasi berikutnya lebih dari 30 persen dibandingkan sistem e:HEV yang diperkenalkan pada 2023. Meski biaya ditekan, efisiensi bahan bakar justru naik sepuluh persen berkat kombinasi platform anyar dan penggerak semua roda elektrik.
Strategi ini tidak hanya berlaku untuk AS. Di Jepang, Honda akan meluncurkan N-Box EV tahun depan. Sementara di India, pabrikan ini akan memperkenalkan model-model strategis baru mulai 2028, termasuk di segmen sub-4 meter dan mid-size, untuk menyasar pengguna sepeda motor yang ingin upgrade ke mobil.
Untuk mempercepat eksekusi, Honda telah merombak struktur organisasi per 1 April lalu. Divisi R&D kembali menyerap unit pengembangan mobil dan operasional mobil yang sempat dipisah pada 2020. Langkah ini diambil agar perusahaan lebih gesit merespons perubahan pasar. Pengembangan software-defined vehicles (SDV) juga dihentikan.
Dengan pendekatan yang lebih pragmatis—mengandalkan platform rekanan di China dan efisiensi produksi global—Honda mencoba bangkit dari keterpurukan. Pertanyaannya sekarang: akankah strategi hybrid ini cukup untuk mengembalikan kejayaan Honda di tengah gempuran pabrikan China yang agresif?