UNGARAN — PT Trans Marga Jateng (TMJ) mencatat pertumbuhan trafik yang konsisten di GT Ungaran dan GT Bawen dalam dua tahun terakhir. Pada 2025, volume kendaraan yang melintas meningkat sekitar 12 persen, dan berlanjut pada 2026 dengan kenaikan kembali sebesar 8-10 persen, terutama saat periode akhir pekan panjang dan libur nasional.
Direktur Utama PT TMJ, Prajudi, menyebutkan bahwa kedua gerbang tol itu kini tidak lagi sekadar infrastruktur konektivitas, melainkan telah berkembang menjadi pintu masuk utama jalur wisata Jawa Tengah.
“Khusus untuk GT Ungaran dan Bawen memang saat ini telah berkembang menjadi pintu masuk utama jalur wisata Jawa Tengah,” ungkapnya, Kamis (14/5).
Prajudi menjelaskan, pertumbuhan trafik yang konsisten tersebut berdampak langsung pada peningkatan kunjungan wisata dan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah Kabupaten Semarang. Sektor pariwisata, kuliner, penginapan, hingga UMKM di sekitar kawasan wisata ikut terdongkrak.
“Sehingga peningkatan trafik ini juga berdampak pada tumbuhnya ekonomi lokal, khususnya sektor pariwisata, kuliner, penginapan, serta UMKM di sekitar kawasan wisata,” terangnya.
Menurutnya, perputaran ekonomi yang tercipta menjadi indikator kuat bahwa infrastruktur jalan tol mampu mendorong ekosistem wisata yang produktif dan berkelanjutan. PT TMJ berkomitmen terus meningkatkan kualitas layanan guna memastikan perjalanan yang aman, nyaman, dan efisien bagi pengguna jalan.
Peningkatan mobilitas wisatawan menuju destinasi unggulan di kawasan Ungaran, Bandungan, hingga Bawen dan sekitarnya disebut tidak terlepas dari akses jalan tol yang lebih cepat dan efisien. Pola perjalanan masyarakat pun berubah, dari sebelumnya konvensional menjadi lebih praktis dan terencana.
Data trafik TMJ menunjukkan, tren positif itu terus berlanjut pada momen libur panjang peringatan Kenaikan Isa Almasih. Lonjakan arus lalu lintas di kedua gerbang tol itu mempertegas peran vital infrastruktur tol di Kabupaten Semarang dalam menggeliatkan sektor pariwisata daerah.
Di sisi lain, PT Jasamarga Solo Ngawi (JSN) juga menyiapkan langkah antisipasi peningkatan volume lalu lintas selama periode libur panjang Kenaikan Isa Almasih tahun 2026. Gardu OAB (Oblique Approach Booth) disiagakan di sejumlah gerbang tol, meliputi GT Ngemplak, GT Karanganyar, dan GT Sragen.
Gardu tersebut siap dioperasikan sewaktu-waktu apabila terjadi peningkatan volume lalu lintas di gerbang utama, guna mempercepat proses transaksi dan mengurangi antrean kendaraan. Selain itu, PT JSN juga memastikan kesiapan fasilitas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dengan total 78 nozzle yang tersebar di Rest Area KM 519, KM 538, serta KM 575 jalur A dan B.
Direktur Utama PT Jasamarga Solo Ngawi, Mery Natacha Panjaitan, memperkirakan puncak lalu lintas komuter terjadi pada 16 Mei 2026, dengan jumlah lalu lintas exit sebesar 28.540 kendaraan dan entrance sebesar 27.763 kendaraan.
“Selain itu, kami juga memperkirakan adanya puncak lalu lintas komuter yang terjadi pada tanggal 16 Mei 2026, dengan jumlah lalu lintas exit sebesar 28.540 kendaraan dan entrance sebesar 27.763 kendaraan,” ujar Mery.
Prediksi total jumlah lalu lintas kendaraan exit selama periode libur panjang pada 14 hingga 17 Mei 2026 mencapai 104.285 kendaraan, atau rata-rata 26.071 kendaraan per hari. Angka itu meningkat 4 persen dibandingkan kondisi normal dan naik 11 persen dibandingkan realisasi lalu lintas kendaraan exit pada periode yang sama tahun 2025.