Pemprov Jateng Kaji Kawasan Industri Halal Libatkan Pesantren, Wagub Gus Yasin Sebut Ini Baru Pembahasan Awal

Penulis: Budi Santoso  •  Senin, 18 Mei 2026 | 16:01:11 WIB
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin memulai pembahasan awal pengembangan kawasan industri halal melibatkan pesantren di Demak.

DEMAK — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah merancang pengembangan kawasan industri halal sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi syariah. Dalam penyusunan kerangka tersebut, pondok pesantren didorong mengambil peran aktif.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menyampaikan hal itu di sela peletakan batu pertama pembangunan Gedung Pesantren Tahfidz Sulaimaniyah Ukhuwah Islamiyah di Batusari, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Senin (18/5/2026). Menurutnya, industri halal bukan cuma soal angka pertumbuhan makro.

"Langkah strategis ini sebagai wujud pemenuhan rasa aman dan nyaman bagi umat Islam dalam mengakses produk serta rantai produksi yang sesuai syariat," ujar Gus Yasin, sapaan akrabnya.

Pesantren Jadi Aktor Penggerak Ekonomi Umat

Rencana pemprov ini sejalan dengan cetak biru pembangunan Jawa Tengah tahun 2027. Pada periode mendatang, sektor pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah diproyeksikan menjadi tulang punggung pertumbuhan daerah.

Gus Yasin menilai pesantren memiliki modal sosial dan sumber daya manusia yang mumpuni untuk merespons peluang tersebut. Lembaga pendidikan keagamaan ini diharapkan tidak hanya menjadi tempat penempaan ilmu agama, tetapi juga melahirkan aktor-aktor penggerak ekonomi umat yang kompeten.

"Saya berharap juga nanti Pondok Pesantren Sulaimaniyah bisa ikut andil membesarkan kawasan industri halalnya kita. Nanti bareng-bareng, ini baru kita bahas," kata dia.

Infrastruktur Pendidikan Keagamaan di Demak Diperluas

Di sisi lain, perluasan infrastruktur pendidikan keagamaan di Demak turut memegang peranan krusial dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul. Ketua Yayasan Tahfidz Sulaimaniyah Jawa Tengah Dede Sarif Hidayatullah memaparkan, pembangunan fasilitas di Mranggen ini akan melengkapi jaringan edukasi mereka.

Institusi tersebut tercatat sebagai cabang ke-12 lembaga Sulaimaniyah di wilayah Jawa Tengah. "Insyaallah di lokasi ini akan dibangun pondok pesantren putri dua lantai dengan kapasitas 80 santri dan juga TK Sulaimaniyah," ucap Dede.

Reporter: Budi Santoso
Sumber: magelangekspres.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top