SEMARANG — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperpanjang peringatan dini banjir rob di pesisir utara Jawa Tengah. Fenomena pasang air laut dengan ketinggian maksimum mencapai 1 meter diprakirakan masih terjadi pada Sabtu (23/5) hingga pukul 16.00 WIB.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, menyebutkan tujuh daerah di Pantura yang berpotensi mengalami banjir rob. Wilayah tersebut meliputi Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati.
Genangan air laut ini tidak hanya merendam pemukiman penduduk, tetapi juga berdampak pada lahan pertanian, tambak ikan, hingga kawasan pasar dan jalan raya. Kondisi ini diprediksi mengganggu mobilitas warga dan aktivitas ekonomi di sepanjang pesisir.
BMKG mengingatkan bahwa banjir rob berpotensi mengganggu sejumlah sektor. Mulai dari transportasi darat yang melintasi jalan tergenang, proses bongkar muat barang di pelabuhan, hingga budidaya perikanan darat dan produksi garam rakyat.
“Banjir akibat rob di sejumlah daerah di Pantura tidak hanya merendam pemukiman penduduk, sawah, tambak, pasar, dan jalan. Tapi juga akan mengganggu aktivitas warga seperti transportasi, bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat dan petani garam,” ujar Retna dalam keterangan resminya, Sabtu (23/5).
Selain ancaman rob, BMKG juga memperingatkan potensi gelombang tinggi di perairan selatan dan utara Jawa Tengah. Di perairan selatan, tinggi gelombang diprakirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, sementara di perairan utara berkisar 1 hingga 1,25 meter.
Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi aktivitas pelayaran, khususnya kapal nelayan, tongkang, serta angkutan barang dan penumpang. BMKG mengimbau para nakhoda untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kecepatan angin tercatat di atas 15 knot.