Kerja Bakti Bersihkan Benteng Vastenburg Warnai Peringatan Harkitnas 2026 di Solo, Warga Diajak Jaga Kota

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:36:10 WIB
Puluhan ASN dan warga Solo bersama membersihkan Benteng Vastenburg dalam rangka Harkitnas 2026.

SOLO — Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini di Solo tidak hanya diisi dengan upacara bendera. Pemkot setempat menggelar aksi kerja bakti massal yang berpusat di Benteng Vastenburg, sebuah bangunan bersejarah peninggalan kolonial Belanda yang menjadi ikon Kota Bengawan.

Mengapa Benteng Vastenburg Dipilih?

Benteng Vastenburg merupakan salah satu cagar budaya yang berada di pusat Kota Solo, tepatnya di persimpangan Jalan Slamet Riyadi. Selama ini, kawasan tersebut kerap menjadi titik kumpul warga dan menjadi sorotan karena kebersihannya yang kurang terjaga. Pemkot sengaja memilih lokasi ini sebagai simbol bahwa semangat kebangkitan nasional harus dimulai dari lingkungan sekitar.

Warga dan ASN Turun Tangan Bersama

Puluhan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkot Solo terlihat membaur dengan warga setempat. Mereka membersihkan sampah, menyapu halaman, dan merapikan taman di area benteng. Kegiatan ini berlangsung sejak pagi hari dan disambut antusias oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Kelurahan Kedung Lumbu.

"Kami ingin Harkitnas tahun ini punya makna yang lebih membumi. Bukan sekadar pidato, tapi aksi nyata menjaga kebersihan kota," ujar salah satu perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo yang turun langsung dalam kegiatan tersebut.

Apa Dampak Langsung bagi Warga Solo?

Dengan bersihnya kawasan Benteng Vastenburg, warga dan pengunjung dapat menikmati ruang publik yang lebih sehat dan nyaman. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagi warga di kelurahan lain untuk rutin mengadakan kerja bakti mandiri. Pemkot juga mengimbau agar kesadaran membuang sampah pada tempatnya terus ditingkatkan.

Benteng Vastenburg dan Semangat Gotong Royong

Pemilihan Benteng Vastenburg sebagai lokasi kerja bakti bukan tanpa alasan. Bangunan yang dibangun pada abad ke-18 ini memiliki nilai sejarah tinggi dan menjadi saksi bisu perjuangan bangsa. Melalui aksi bersih-bersih ini, Pemkot ingin menanamkan kembali semangat gotong royong yang menjadi ciri khas bangsa Indonesia, terutama di kalangan generasi muda.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Harkitnas di Solo. Pemkot berencana menjadikan aksi serupa sebagai program rutin, tidak hanya saat hari besar nasional, tetapi juga pada akhir pekan atau hari libur lainnya untuk menjaga kebersihan dan keindahan kota.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top