Sapi Kurban 1,28 Ton dari Presiden Prabowo hingga Gibran Siap Disembelih di Masjid Agung Solo, Berbagi Lapak dengan Grebeg Besar Keraton

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Selasa, 26 Mei 2026 | 18:58:25 WIB
Sapi kurban seberat 1,28 ton dari Presiden Prabowo dan Wali Kota Gibran siap disembelih di Masjid Agung Solo.

SURAKARTA — Panitia kurban Masjid Agung Solo memastikan prosesi pemotongan hewan kurban dari para tokoh nasional tidak akan tumpang tindih dengan rangkaian acara Grebeg Besar yang digelar Keraton Kasunanan Surakarta. Sapi seberat 1,28 ton yang disebut sebagai salah satu yang terbesar di kota itu menjadi perhatian utama warga.

Hewan kurban tersebut merupakan pemberian dari Presiden Prabowo Subianto, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, serta sejumlah pejabat dan tokoh nasional lainnya. Panitia menyebut total bobot sapi ini setara dengan dua hingga tiga ekor sapi biasa.

Bagaimana Cara Masjid Agung Solo Mengatur Lalu Lintas Hewan Kurban?

Panitia Masjid Agung Solo telah menyusun jadwal khusus agar proses penyembelihan tidak bersamaan dengan puncak Grebeg Besar yang biasanya menarik ribuan pengunjung. Area pemotongan sengaja dipisahkan, dengan satu titik khusus untuk hewan kurban dari tokoh negara dan titik lain untuk hewan dari masyarakat umum.

“Kami koordinasikan dengan pihak keraton agar tidak ada bentrok. Sapi dari Bapak Presiden dan Pak Wali Kota akan dipotong di halaman timur, sementara Grebeg Besar berpusat di halaman utama,” ujar salah satu panitia kepada wartawan, Senin (16/6/2025).

Siapa Saja yang Memberi Sapi Kurban Tahun Ini?

Selain Presiden Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, sejumlah tokoh lain turut menitipkan hewan kurbannya di Masjid Agung Solo. Total sapi yang akan disembelih diperkirakan mencapai puluhan ekor, dengan bobot rata-rata di atas standar hewan kurban pada umumnya.

Sapi 1,28 ton itu sendiri memerlukan penanganan khusus, termasuk penggunaan alat angkat untuk proses pemotongan dan pembagian daging. Panitia menyiapkan 50 orang tenaga potong untuk mengantisipasi volume daging yang besar.

Apakah Warga Bisa Menyaksikan Prosesi Pemotongan?

Panitia membuka kesempatan bagi warga untuk menyaksikan proses penyembelihan, namun tetap dibatasi di area yang telah ditentukan. Pengamanan diperketat mengingat banyaknya tokoh nasional yang terlibat dalam pengiriman hewan kurban tahun ini.

Warga yang ingin mendapatkan daging kurban diminta mendaftar terlebih dahulu melalui pengurus RT/RW setempat. Pembagian daging akan dilakukan setelah salat Idul Adha, bersamaan dengan pembagian berkat dari Grebeg Besar Keraton Solo.

Apa yang Membedakan Sapi Kurban 1,28 Ton dengan Sapi Biasa?

Menurut panitia, sapi seberat 1,28 ton ini membutuhkan waktu pemotongan lebih lama dibanding sapi biasa. Dagingnya diperkirakan mencapai 700-800 kilogram setelah dipotong, cukup untuk memenuhi kebutuhan ribuan warga di sekitar Masjid Agung Solo.

“Biasanya sapi lokal bobotnya 400-500 kilogram. Ini dua kali lipat lebih besar. Kami harus siapkan wadah khusus dan kulkas untuk menyimpan daging sebelum dibagikan,” tambah panitia.

Apakah Tradisi Grebeg Besar Tetap Berjalan Seperti Biasa?

Keraton Kasunanan Surakarta memastikan Grebeg Besar tetap digelar seperti tahun-tahun sebelumnya. Tradisi mengarak gunungan hasil bumi dan kerbau bule akan berlangsung pagi hari, sementara pemotongan hewan kurban di Masjid Agung Solo dimulai setelah salat Id.

Warga diimbau tetap tertib dan mengikuti arahan petugas, mengingat dua acara besar ini berlangsung di lokasi yang berdekatan. Pemerintah Kota Solo telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di sekitar Pamedan dan Masjid Agung Solo selama perayaan Idul Adha.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: radarsolo.jawapos.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top