BATANG — Volume penumpang kereta api di Stasiun Batang meroket pada periode libur panjang Idul Adha 1447 Hijriah. Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 4 Semarang menunjukkan total penumpang mencapai 1.707 orang selama 23 hingga 26 Mei 2026.
Angka itu hampir dua kali lipat dari periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya mencatat 906 penumpang. Lonjakan ini memperkuat posisi kereta api sebagai moda transportasi utama masyarakat untuk perjalanan jarak menengah maupun antarkota.
Rata-rata 426 Penumpang Per Hari
Pada puncak arus mudik, Selasa (26/5), Stasiun Batang melayani 466 penumpang. Rinciannya, sebanyak 179 penumpang naik dan 287 penumpang turun di stasiun tersebut.
“Peningkatan yang cukup tinggi di Stasiun Batang ini menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, khususnya dalam mendukung mobilitas pada momen hari besar keagamaan,” ujar Manager Humas Daop 4 Semarang, Luqman Arif.
Rute Favorit: Jakarta, Purwokerto, Solo, dan Tegal
Sejumlah kota tujuan favorit penumpang dari Stasiun Batang antara lain Pasar Senen Jakarta, Purwokerto, Solo Balapan, hingga Tegal. Kereta api yang paling banyak dipilih masyarakat meliputi KA Kaligung, KA Menoreh, KA Kamandaka, dan KA Joglosemarkerto.
KAI menilai Stasiun Batang kini mulai memainkan peran strategis sebagai titik penghubung mobilitas masyarakat di wilayah pesisir utara Jawa. Lonjakan penumpang ini sekaligus menjadi indikator pemulihan sektor transportasi publik pasca-pandemi.
KAI Siapkan Antisipasi Lonjakan Arus Balik
Manajemen Daop 4 Semarang memproyeksikan arus balik akan terjadi pada akhir pekan ini. Pihaknya menyiagakan personel tambahan dan memastikan seluruh fasilitas stasiun berfungsi optimal.
“Kami mengimbau masyarakat untuk membeli tiket secara daring dan tiba di stasiun lebih awal guna menghindari kepadatan,” kata Luqman. KAI juga mengingatkan penumpang untuk tetap mematuhi protokol keselamatan selama perjalanan.