SUKOHARJO — Suasana pemotongan hewan kurban di Masjid Sudarto Milatoen, Sukoharjo, pada Idul Adha 1447 Hijriah tidak sekadar prosesi penyembelihan. Seorang superhero tampil di tengah kerumunan anak-anak, mendongengkan kisah Nabi Ibrahim dan Ismail.
Takmir Masjid Sudarto Milatoen, Kurniawan Agung Nugroho, mengatakan kehadiran sosok superhero itu sengaja dihadirkan untuk menarik minat anak-anak. “Kehadiran sosok superhero yang mendongeng kisah Nabi Ibrahim jadi daya tarik bagi anak-anak saat sembelih kurban Idul Adha 1447 Hijriah,” ujarnya.
Kurniawan menjelaskan, anak-anak lebih mudah menyerap pesan moral jika disampaikan lewat karakter yang mereka kenali dan kagumi. Superhero menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan nilai keteladanan Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya, Ismail, demi perintah Allah.
“Anak-anak langsung antusias. Mereka tidak hanya melihat prosesi kurban, tapi juga mengerti makna di baliknya,” tambah Kurniawan.
Sepanjang dongeng berlangsung, anak-anak duduk melingkar dan menyimak dengan seksama. Sesekali mereka tertawa saat superhero berinteraksi, namun tetap fokus saat bagian kisah pengorbanan Nabi Ibrahim disampaikan.
Suasana ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya berfokus pada proses pemotongan hewan. Kini, momen Idul Adha di Masjid Sudarto Milatoen menjadi lebih edukatif dan menghibur sekaligus.
Kurniawan berharap, lewat dongeng ini, anak-anak tidak hanya mengingat Idul Adha sebagai hari makan daging, tetapi juga memahami esensi pengorbanan dan ketaatan. “Kami ingin mereka tumbuh dengan pemahaman bahwa kurban adalah tentang keikhlasan dan cinta kepada Allah,” ucapnya.
Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan bisa dikemas secara kreatif tanpa mengurangi nilai sakralnya. Dengan pendekatan yang relevan bagi generasi muda, pesan-pesan keislaman diharapkan lebih mudah diterima dan diingat.