Pencarian

Wagub Jateng Sebut Perang Obor Jepara Bukan Sekadar Atraksi, Tapi Tradisi Abad ke-16 dengan Potensi Wisata Budaya

Selasa, 26 Mei 2026 • 19:30:14 WIB
Wagub Jateng Sebut Perang Obor Jepara Bukan Sekadar Atraksi, Tapi Tradisi Abad ke-16 dengan Potensi Wisata Budaya
Wagub Jateng Taj Yasin menegaskan Perang Obor Jepara sebagai tradisi budaya bersejarah sejak abad ke-16.

JEPARA — Wagub Jawa Tengah Taj Yasin memberikan pernyataan tegas mengenai tradisi Perang Obor yang digelar di Kabupaten Jepara. Menurutnya, tradisi yang telah berlangsung sejak abad ke-16 ini bukanlah sekadar atraksi budaya untuk hiburan semata, melainkan sebuah warisan yang kaya akan nilai dan pesan moral bagi masyarakat.

Pesan Moral di Balik Kobaran Api

"Perang Obor bukan sekadar atraksi budaya, melainkan tradisi yang menyimpan pesan moral," ujar Taj Yasin. Pernyataan ini menekankan bahwa di balik atraksi saling pukul dengan obor yang menjadi ciri khas, terdapat nilai-nilai keberanian, ketahanan, dan solidaritas yang diwariskan secara turun-temurun.

Tradisi ini diyakini tidak hanya menjadi identitas budaya warga Jepara, tetapi juga media untuk mempererat ikatan sosial antarwarga. Pelaksanaannya setiap tahun selalu dinanti dan melibatkan partisipasi aktif dari berbagai kalangan.

Potensi Besar sebagai Wisata Budaya Unggulan

Lebih lanjut, Wagub Taj Yasin menyoroti potensi Perang Obor sebagai magnet wisata. Beliau menilai tradisi ini memiliki daya tarik kuat yang bisa dikelola menjadi produk wisata budaya unggulan di Jawa Tengah.

"Tradisi ini memiliki potensi besar sebagai wisata budaya unggulan," tegasnya. Pernyataan ini membuka peluang bagi Pemerintah Kabupaten Jepara untuk lebih serius dalam mengemas dan mempromosikan Perang Obor tidak hanya sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai aset ekonomi kreatif yang mampu menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Sejarah Panjang yang Terus Menyala

Perang Obor bukanlah tradisi baru. Akarnya telah tertanam sejak abad ke-16, menjadikannya salah satu warisan budaya tertua di Jepara. Keberlangsungan tradisi ini selama berabad-abad menunjukkan betapa kuatnya nilai-nilai yang terkandung di dalamnya bagi masyarakat setempat.

Dengan sejarah yang panjang dan pesan moral yang relevan, tradisi ini memiliki legitimasi kuat untuk terus dilestarikan. Dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, seperti yang disampaikan Wagub, menjadi angin segar bagi upaya revitalisasi dan promosi budaya lokal.

Apa Dampak Pengembangan Perang Obor bagi Warga Jepara?

Pengembangan Perang Obor sebagai wisata budaya unggulan diproyeksikan mampu mendongkrak perekonomian lokal. Peningkatan kunjungan wisatawan akan membuka peluang usaha baru bagi UMKM, perajin suvenir, dan sektor jasa pendukung pariwisata di sekitar lokasi acara.

Kapan Tradisi Perang Obor Biasanya Digelar?

Bahan berita tidak menyebutkan tanggal spesifik pelaksanaan. Namun, tradisi ini umumnya digelar setiap tahun pada bulan tertentu dalam penanggalan Jawa atau Islam, bertepatan dengan peringatan hari besar desa atau peristiwa sejarah lokal. Masyarakat dapat memantau informasi resmi dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Jepara untuk jadwal terbaru.

Bagikan
Sumber: radarsemarang.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks