JAKARTA — Jawa Tengah dinilai berhasil dalam sejumlah program prioritas pendidikan nasional. Salah satu yang paling menonjol adalah komitmen provinsi ini terhadap program Wajib Belajar 13 Tahun, yang mencakup pendidikan dari PAUD hingga SMA. Penghargaan tersebut diberikan langsung oleh Mendikdasmen Abdul Mu’ti kepada Gubernur Ahmad Luthfi.
Apa Saja Penghargaan yang Diraih?
Selain kategori Komitmen Wajib Belajar 13 Tahun, Pemprov Jateng juga dinilai sukses dalam berkolaborasi dengan sekolah swasta pada pelaksanaan SPMB Tahun 2025/2026. Di kategori lain, provinsi ini menyabet predikat Terbaik 1 untuk Praktik Baik Pemanfaatan Sistem Informasi Perbukuan Indonesia (SIBI) dalam pembelajaran.
Sementara itu, untuk kategori Praktik Baik Dukungan Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Tahun 2026, Jawa Tengah menempati posisi Terbaik ke-2 tingkat nasional. Prestasi ini menunjukkan konsistensi pemerintah daerah dalam mendukung kebijakan pusat di sektor pendidikan.
Prestasi Individu: Siswa SD hingga Guru Raih Gelar
Penghargaan tidak hanya diraih oleh pemerintah provinsi. Sejumlah siswa dan tenaga pendidik asal Jawa Tengah juga mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Kategori Talenta Muda Inovasi Digital, misalnya, dimenangkan oleh Anantacetta Reugra Abiraya, siswa kelas V SD Al Kautsar Temanggung.
Di kategori guru, Rakhmi Oktarini dari SMAN 1 Bootsari dinobatkan sebagai guru pendamping berdedikasi terbaik ke-2 dalam Program Afirmasi Pendidikan Menengah 2025.
Beasiswa 5.000 Kursi untuk Keluarga Miskin
Di tengah keterbatasan ekonomi warga, Gubernur Ahmad Luthfi menyatakan bahwa Pemprov Jateng berupaya mengubah paradigma masyarakat yang menganggap lulus SMP harus langsung bekerja. Salah satu langkah konkret yang ditempuh adalah penyediaan beasiswa bagi keluarga miskin.
"Mereka bisa sekolah gratis. Dapat seragam gratis juga," kata Luthfi dalam sambutannya. Pemerintah menyediakan kuota lebih dari 5.000 kursi di sekolah-sekolah swasta yang berlokasi dekat dengan tempat tinggal penerima beasiswa.
Gubernur yang memimpin Jawa Tengah berduet dengan Taj Yasin Maimoen (Gus Yasin) ini menegaskan bahwa pendidikan adalah syarat mutlak untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia ke depan. "Kami siapkan pendidikan 13 tahun, mulai dari SD, SMP dan SMA ditambah PAUD," ujarnya.