BANJARNEGARA — Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Banjarnegara tidak hanya mengajar mata pelajaran formal. Sejak tahun ajaran ini, sekolah menggelar program vokasi rutin setiap Rabu bagi seluruh siswa jenjang SMPLB dan SMALB. Tujuannya satu: membekali lulusan dengan keterampilan hidup yang nyata, bukan sekadar teori.
Sepuluh Pilihan Keterampilan, Satu Tujuan: Kemandirian
SLBN Banjarnegara menyediakan sepuluh bidang pelatihan terapan. Siswa bisa memilih teknologi informasi, pertanian dan perikanan, tata boga, tata busana, tata graha, membatik, seni lukis, kriya kayu, hingga jasa cuci sepeda motor dan mobil.
Plt Kepala SLBN Banjarnegara, Antono Aribowo, mengatakan program ini dirancang untuk menggali potensi khusus setiap anak secara lebih mendalam. "Secara mata pelajaran formal, semua siswa memang mendapatkan hak pembelajaran yang sama. Namun lewat kegiatan vokasi, kita menggali potensi khusus yang dimiliki masing-masing anak secara lebih mendalam," katanya, Rabu (22/7/2026).
Bukan Sekadar Isi Waktu, tapi Bekal Usaha
Pendekatan yang digunakan fleksibel. Guru pendamping, Purwo Handoko, menjelaskan bahwa penentuan bidang keterampilan didasarkan pada minat pribadi siswa dan hasil pengamatan guru terhadap potensi tiap anak.
"Kami mencoba mengangkat kemampuan mereka di bidang lain. Kecenderungan minat itu kita arahkan ke bidang keterampilan agar setelah lulus nanti mereka memiliki bekal nyata," ujar Purwo.
Meski sebagian siswa memerlukan waktu beradaptasi pada tahap awal, pendampingan yang sabar dan konsisten berhasil memupuk antusiasme mereka. Purwo menegaskan, hambatan intelektual maupun sensorik bukan alasan untuk membatasi ruang berkarya anak-anak.
Target Lulusan: Ceria, Mandiri, dan Bisa Berwirausaha
Harapan sekolah selaras dengan slogan lembaga: ceria, mandiri, dan berprestasi. Antono menargetkan lulusan tidak lagi bingung menentukan arah masa depan. "Minimal anak-anak bisa mandiri, bahkan mampu membuka usaha dengan bekal ilmu yang telah mereka pelajari di sekolah," imbuhnya.
Program vokasi ini menjadi jawaban atas tantangan masa depan anak-anak berkebutuhan khusus di Banjarnegara. Dengan keterampilan terapan yang diajarkan, sekolah berharap lulusan mampu berkarya di tengah masyarakat tanpa bergantung pada pihak lain.