JAWA TENGAH — Klarifikasi mengenai absennya Kiko Carneiro dari skuad Persik Kediri di penghujung musim kompetisi akhirnya terkuak. Bukan sekadar penurunan performa, pemain berusia 26 tahun ini ternyata bergulat dengan masalah fisik serius yang memaksanya mengambil keputusan berat.
Statistik yang Bercerita: 20 Laga dengan Rasa Sakit
Berdasarkan data statistik musim lalu, Kiko melewatkan total 12 pertandingan. Rinciannya, ia absen sembilan laga beruntun di akhir musim karena pemulihan cedera, plus tiga pertandingan lainnya akibat akumulasi kartu kuning dan kartu merah.
Namun, angka yang lebih mengejutkan justru datang dari partisipasinya. Melalui unggahan Instagram pribadi, Kiko mengakui bahwa dari 22 penampilannya, 20 di antaranya ia lakoni dalam kondisi tidak fit. "Musim ini adalah periode tersulit dalam karier profesional saya," ungkapnya.
Dedikasi di Atas Rasa Sakit: Insting vs Tubuh
Kiko mengaku nekat memaksakan diri turun ke lapangan demi membela panji Macan Putih di setiap pertandingan penting. Ia bahkan menceritakan momen krusial di mana instruksi otaknya sudah tidak lagi sejalan dengan respons fisiknya saat berduel.
"Hasrat untuk memenangkan pertandingan dan dedikasi untuk klub jauh lebih besar daripada rasa sakit yang terus menghantui setiap pergerakan kaki," tegas mantan pemain RANS Nusantara FC ini. Kehilangan sosoknya di jantung pertahanan membuat lini belakang Persik terlihat lebih rapuh, meski pelatih Marcos Reina sudah menduetkan Hamra Hehanusa, M. Firly, dan Chechu Meneses.
Keputusan Paling Menyakitkan: Pulang ke Portugal Demi Karier
Setelah menjalani perawatan intensif bersama tim medis klub di Kediri, Kiko akhirnya mengambil keputusan besar. Ia memilih pulang ke kampung halamannya di Portugal untuk mendapatkan penanganan medis yang lebih spesifik dan intensif.
Keputusan untuk berhenti lima pekan sebelum musim berakhir disebutnya sebagai pilihan paling menyakitkan. "Tubuh saya sudah mencapai batas maksimal dan tidak mampu lagi dipaksakan," akunya. Saat ini, fokus utama Kiko adalah pemulihan total agar bisa kembali bugar pada kompetisi musim depan dan memberikan kontribusi maksimal bagi Persik Kediri serta para pendukung setianya.