Mercedes S400 BlueHybrid 2009, Mobil Hybrid Pertama di Dunia yang Pakai Baterai Lithium-Ion

Penulis: Deni Kurniawan  •  Sabtu, 30 Mei 2026 | 18:42:01 WIB
Mercedes S400 BlueHybrid 2009 menjadi mobil hybrid pertama yang menggunakan baterai lithium-ion.

JAWA TENGAH — Sebelum baterai lithium-ion menjadi pemandangan umum di mobil hybrid dan listrik seperti sekarang, ada satu model yang berani menjadi pionir. Pada 2009, Mercedes-Benz memperkenalkan S400 BlueHybrid, sebuah sedan mewah yang mengusung teknologi yang belum pernah ada di mobil hybrid sebelumnya: baterai lithium-ion sebagai sumber tenaga untuk motor listriknya.

Mengapa Lithium-Ion Dianggap Berisiko untuk Mobil Hybrid?

Di akhir 2000-an, baterai lithium-ion sudah dikenal punya keunggulan dibandingkan pendahulunya, nikel-metal hidrida (NiMH). Baterai ini lebih ringan, lebih kompak, memiliki tingkat self-discharge lebih rendah, dan siklus hidup lebih panjang. Dari segi kepadatan energi, lithium-ion mampu menghasilkan lebih dari 270 watt-jam per kilogram (Wh/kg), sementara NiMH hanya 60-120 Wh/kg.

Namun, masalah utamanya adalah volatilitas. Baterai lithium-ion menggunakan elektrolit cair yang rentan terbakar jika suhu tidak terkontrol. Untuk mengatasi risiko ini, Mercedes mengintegrasikan baterai langsung ke sistem pendingin mobil. Solusi ini menjaga suhu baterai tetap ideal antara 59 hingga 95 derajat Fahrenheit, membuktikan bahwa lithium-ion bisa bekerja di kondisi suhu otomotif yang ekstrem.

Performa V6 Atkinson yang Dibantu Motor Listrik Kecil

Berbeda dengan saudara-saudaranya yang menggendong mesin V8 atau V12, S400 BlueHybrid mengandalkan mesin V6 3,5 liter siklus Atkinson. Mesin ini ditemani motor listrik kecil berkekuatan 20 dk dan torsi 118 lb-ft yang ditempatkan di rumah konverter torsi antara mesin dan transmisi otomatis tujuh percepatan. Total output sistem mencapai 295 dk dan torsi 284 lb-ft.

Hasilnya? Akselerasi 0-60 mph (0-96 km/jam) tercatat 7,1 detik dengan kecepatan tertinggi yang dibatasi secara elektronik di 155 mph. Saat deselerasi, mesin bensin berhenti bekerja di kecepatan di bawah 9 mph, dan motor listrik 15 kW berfungsi sebagai generator untuk mengisi ulang baterai 120 volt yang menggantikan aki starter konvensional di ruang mesin.

Efisiensi BBM yang Jadi yang Terbaik di Kelas S-Class Saat Itu

Bantuan ringan dari sistem mild-hybrid ini membuat S400 BlueHybrid menjadi varian S-Class paling irit bahan bakar pada masanya. EPA mencatat konsumsi 19 mpg di kota, 25 mpg di jalan raya, dan 21 mpg untuk kombinasi. Sebagai perbandingan, S550 bertenaga V8 5,5 liter hanya mampu meraih 15 mpg kota, 23 mpg jalan raya, dan 18 mpg kombinasi.

Sebelum S400 BlueHybrid, hanya dua mobil listrik murni yang pernah menggunakan baterai lithium-ion: Nissan Altra EV pada 1998 dengan produksi terbatas hanya 200 unit yang disewakan ke armada komersial, dan Tesla Roadster generasi pertama. Namun, keduanya adalah kendaraan listrik penuh, bukan hybrid. S400 BlueHybrid-lah yang pertama kali membuktikan bahwa teknologi lithium-ion bisa diandalkan untuk mobil hybrid produksi massal.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: jalopnik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top