SOLO — Video pocong berjalan keliling kampung di Kota Solo yang viral di media sosial akhir pekan lalu telah diklarifikasi kepolisian. Bukan aksi teror atau mistis, peristiwa itu adalah bagian dari simulasi pendadaran pencak silat.
Kapolsek setempat menjelaskan sosok pocong tersebut adalah peserta pendadaran yang tengah menjalani uji mental. Kegiatan itu merupakan tradisi tahunan perguruan silat untuk menguji ketahanan mental anggota baru.
"Kami pastikan itu bukan teror. Itu adalah simulasi dalam rangka pendadaran pencak silat," ujar Kapolsek kepada wartawan, Senin (21/10).
Video yang diambil warga menggunakan ponsel memperlihatkan sesosok pocong berjalan perlahan di gang sempit permukiman padat. Suara teriakan dan suasana malam membuat tayangan itu terkesan mencekam.
Video itu beredar di grup WhatsApp dan platform media sosial lain, sempat memicu kepanikan di beberapa kelurahan di Solo. Sejumlah warga melaporkan penampakan itu ke perangkat RT dan RW setempat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh konten viral yang belum terverifikasi. Mereka juga mengingatkan perguruan silat agar berkoordinasi dengan aparat setempat jika menggelar kegiatan serupa di masa mendatang.
"Kegiatan seperti ini seharusnya tidak mengganggu ketertiban umum. Kami minta koordinasi dengan lingkungan dan kepolisian dilakukan sebelum acara berlangsung," tambah Kapolsek.
Kasus ini kembali mengingatkan pentingnya verifikasi informasi sebelum menyebarkan konten. Warga Solo kini mulai terbiasa mengecek kebenaran video viral melalui kanal resmi kepolisian atau media lokal.
Belum ada laporan korban jiwa atau kerusakan akibat insiden ini. Polisi memastikan situasi di Solo tetap kondusif dan tidak ada gangguan keamanan lebih lanjut.