TEMANGGUNG — Pemerintah Kabupaten Temanggung memastikan dua rombongan belajar (rombel) atau sekitar 60 siswa baru Sekolah Rakyat (SR) akan menempuh pendidikan di Wonosobo. Penitipan ini dilakukan lantaran pembangunan gedung SR permanen di Temanggung belum selesai dikerjakan.
Penjabat Kepala Dinas Sosial Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo mengungkapkan, selain 60 siswa yang telah ditetapkan, pemerintah daerah juga mengusulkan 125 calon murid yang memenuhi persyaratan sebagai daftar cadangan. "Langkah ini untuk mengantisipasi jika ada peserta yang mengundurkan diri atau tidak melanjutkan proses pendidikan," ujarnya di Temanggung, Kamis.
Ia menjelaskan, dari total usulan tersebut, apabila tahun ini belum seluruhnya terakomodasi, para calon siswa bisa menjadi alternatif pengganti. Hal ini penting untuk memastikan kuota pendidikan tetap terisi penuh.
Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SR Wonosobo dijadwalkan baru dimulai pada 31 Juli 2026. Jadwal tersebut sedikit mundur dari rencana awal karena sarana dan prasarana di lokasi masih dalam tahap penyelesaian dan belum sepenuhnya dinyatakan siap ditempati.
Agus menambahkan, pihaknya akan melakukan pemantauan secara berkala. "Saat MPLS kami akan mengantarkan sekaligus melakukan serah terima peserta didik kepada pihak Sekolah Rakyat di Wonosobo. Selanjutnya, evaluasi dan koordinasi akan dilakukan secara berkala, sekitar satu hingga dua bulan sekali," katanya.
Penempatan sementara di Wonosobo dipilih karena konsep Sekolah Rakyat menerapkan sistem boarding school atau sekolah berasrama. Meskipun di Temanggung tersedia ruang kelas, fasilitas pendukung seperti asrama dan sarana penunjang lainnya belum tersedia. Kondisi ini membuat penyelenggaraan pendidikan secara penuh di daerah sendiri belum memungkinkan.
Pemerintah daerah berharap pembangunan fasilitas permanen SR dapat segera terealisasi. Dengan begitu, ke depannya seluruh proses pembelajaran bisa dilaksanakan di Temanggung tanpa harus menitipkan peserta didik ke sekolah lain.