Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Hak Anak dan Tertib Lalu Lintas ke Siswa SD di Batang Lewat Permainan Interaktif

Penulis: Deni Kurniawan  •  Rabu, 19 Agustus 2026 | 16:11:01 WIB
Mahasiswa KKN Undip memberikan materi hak anak kepada siswa SD di Desa Kebumen, Batang, melalui permainan interaktif.

BATANG — Kesadaran hukum tidak selalu harus disampaikan dengan bahasa yang kaku dan serius, terutama ketika yang menjadi sasarannya adalah anak-anak. Hal inilah yang coba diwujudkan oleh mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro (Undip) yang tengah bertugas di Desa Kebumen, Kecamatan Tulis, Kabupaten Batang.

Mereka menggagas program penyuluhan literasi hukum dasar yang menyasar siswa sekolah dasar setempat. Materi yang diangkat mencakup dua hal pokok: pemahaman tentang hak anak dan pentingnya tertib berlalu lintas.

Belajar Hukum Lewat Pendekatan Menyenangkan

Firza Riana Lathifah, mahasiswa Fakultas Hukum Undip yang menggagas program ini, menilai anak-anak membutuhkan pendekatan berbeda dalam memahami hukum. Menurutnya, metode penyampaian yang interaktif akan membuat pesan lebih mudah diingat dibandingkan sekadar ceramah satu arah.

"Anak-anak perlu tahu sejak dini bahwa mereka punya hak untuk dilindungi dan dijamin pendidikannya, sekaligus paham arti rambu-rambu lalu lintas agar lebih berhati-hati di jalan. Kami mendampingi mereka lewat cara yang interaktif supaya materinya lebih mudah diingat," ujar Firza.

Materi Hak Anak dan Simulasi Rambu Lalu Lintas

Dalam penyuluhan tersebut, para mahasiswa memperkenalkan konsep dasar hak anak yang meliputi hak memperoleh pendidikan dan perlindungan. Materi ini dianggap penting sebagai pondasi awal bagi anak untuk mengenali hak-hak mereka dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, sesi tentang tertib berlalu lintas juga menjadi perhatian utama. Anak-anak diperkenalkan pada berbagai jenis rambu lalu lintas beserta artinya melalui simulasi sederhana. Pendekatan ini diharapkan mampu membangun kebiasaan aman dan patuh aturan saat berada di jalan sejak usia dini.

Program ini menjadi salah satu bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menghadirkan pendidikan hukum yang aplikatif di tingkat desa. Dengan metode yang menyenangkan, diharapkan pengetahuan yang diperoleh para siswa dapat tertanam lebih lama dan dipraktikkan dalam keseharian mereka.

Reporter: Deni Kurniawan
Sumber: jatengnews.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top