UNDIP Semarang Perkenalkan Sweeper EV, Kendaraan Listrik Penyapu Jalan Tanpa Emisi Knalpot

Penulis: Cahyo Wibowo  •  Senin, 19 Oktober 2026 | 10:31:32 WIB
Tim peneliti UNDIP memperkenalkan prototipe Sweeper EV, kendaraan listrik penyapu jalan tanpa emisi knalpot.

SEMARANG — Tim peneliti UNDIP mengembangkan Sweeper EV sebagai solusi kebersihan kampus yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Kendaraan ini diposisikan menggantikan peran penyapu manual sekaligus kendaraan pembersih konvensional yang bising dan beremisi.

Prof. Ir. Sulistyo dari Departemen Teknik Mesin, Fakultas Teknik UNDIP, memimpin pengembangan prototipe tersebut. Menurutnya, sistem baterai yang dapat diisi ulang menjadi inti rancangan kendaraan ini.

"Kami mendesain kendaraan penyapu jalan dengan sistem baterai yang dapat diisi ulang menggunakan listrik. Keunggulannya, saat beroperasi, kendaraan ini tidak menghasilkan emisi CO? dari knalpot, sehingga lebih ramah lingkungan dengan tingkat kebisingan yang lebih rendah," jelas Sulistyo dalam siaran pers yang diterima Indoraya.News, (19/10/2026).

Empat Sikat Elektrik dan Vakum 3 kW di Satu Unit

Sweeper EV menggabungkan proses penyapuan dan penyedotan sampah dalam satu kendaraan. Seluruh penggeraknya menggunakan baterai, mulai dari menjalankan kendaraan hingga mengoperasikan perangkat pembersih.

Di sisi penyapuan, empat sikat elektrik terpasang di kanan dan kiri kendaraan. Sikat mengarahkan sampah ke bagian tengah, lalu disedot sistem vakum berdaya 3 kW dengan kekuatan hisap sekitar 15–20 kPa.

Perangkat ini dirancang menangani sampah jalanan seperti daun kering, ranting kecil, debu, dan kotoran ringan lainnya. Ketinggian sikat, kecepatan putaran, serta daya isap vakum dapat diatur pada tingkat rendah, menengah, dan tinggi mengikuti kondisi permukaan jalan.

"Ada 4 unit penyapu, masing-masing 2 di kanan dan 2 di kiri. Ketinggian sikat dapat dinaikkan atau diturunkan sesuai kebutuhan. Kecepatan putaran sikat dan kekuatan daya isap vakumnya juga bisa diatur pada tingkat rendah, menengah, hingga tinggi mengikuti kondisi permukaan jalan yang dibersihkan," terang Sulistyo.

Motor 5 kW, Baterai 72 Volt, Bobot 700 Kilogram

Dari sisi spesifikasi, kendaraan ini dibekali motor berdaya 5 kW dan baterai lithium 72 volt berkapasitas 300 Ah. Bobotnya sekitar 700 kilogram.

Dengan konfigurasi tersebut, Sweeper EV diperkirakan mampu beroperasi hingga 3 jam per sekali pengisian daya. Kecepatan operasionalnya sekitar 20 kilometer per jam.

Ukuran kendaraan yang ringkas memungkinkan Sweeper EV menjangkau jalan lingkungan hingga kawasan dengan akses terbatas. Penggunaan tenaga listrik juga membuat suara mesin lebih senyap dibanding kendaraan berbahan bakar konvensional.

Magnet Trap untuk Cegah Paku dan Serpihan Besi Masuk Blower

Tim peneliti mengantisipasi satu persoalan teknis yang kerap muncul saat membersihkan jalan. Benda logam kecil seperti paku atau serpihan besi berpotensi mengganggu mekanisme penyedotan bila masuk ke dalam sistem.

Untuk itu, tim tengah menyiapkan penambahan magnet trap atau perangkap magnet. Fitur ini menjadi bagian dari evaluasi teknis agar kendaraan lebih siap dipakai pada kondisi jalan yang beragam.

"Sistem magnet ini nantinya berfungsi untuk menangkap benda berbahan logam sebelum masuk ke saluran penyedotan. Dengan begitu, sampah tetap dapat tersedot, sementara komponen blower vakum lebih terlindungi dari risiko tersumbat atau rusak akibat benda asing yang dapat menghambat aliran sampah," ungkap Sulistyo.

Sweeper EV dirancang untuk menjawab tantangan kebersihan tidak hanya di area kampus, tetapi juga perkotaan dan fasilitas publik. Kehadirannya pada Dies Natalis ke-69 UNDIP menjadi penanda arah riset kampus pada teknologi pengelolaan sampah jalanan yang terintegrasi.

Reporter: Cahyo Wibowo
Sumber: indoraya.news This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top