PEMALANG — Komisi E DPRD Jawa Tengah menilai dua kematian pelajar di Kabupaten Pemalang tidak bisa diselesaikan hanya dengan penanganan kasus per kasus. Ida Nurul Farida menyatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan Dinas Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) serta Dinas Pendidikan untuk memantau penanganan dan memperketat antisipasi di lingkungan sekolah.
Data DP3AKB Jateng menunjukkan korban kekerasan anak naik dari 1.349 orang pada 2024 menjadi 1.778 orang pada 2025. Sementara data sementara 2026 mencatat 82 korban yang sudah tertangani.
Dua Kasus Kematian Pelajar di Pemalang
Di Pemalang, siswa SMP berinisial AAF (13) dilaporkan meninggal pada awal Agustus 2026 setelah mengalami dugaan kekerasan fisik. Kasus serupa kembali terjadi pada akhir September ketika siswa kelas II SD berinisial MH (7) meninggal usai menjalani perawatan sembilan hari di RSUD dr. M. Ashari Pemalang.
Penyebab kematian MH masih didalami melalui pemeriksaan forensik. Hingga kini belum ada keterangan resmi soal hasil pemeriksaan tersebut.
Ida Nurul Farida: Setiap Kronologi Harus Diperiksa
Ida meminta Dinas Pendidikan memeriksa kronologi setiap kasus. Jika terbukti ada kelalaian pihak sekolah, sanksi perlu diberikan kepada pihak yang bertanggung jawab.
"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam atas terjadinya kembali kasus kekerasan anak yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Komisi E terus berkoordinasi secara intensif dengan DP3AKB serta Dinas Pendidikan untuk memantau penanganan kasus dan memperketat antisipasi di lingkungan sekolah," ujar Ida.
Perda Perlindungan Anak Dinilai Perlu Aturan Teknis
Menurut Ida, implementasi Perda Jateng Nomor 4 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Anak juga perlu dievaluasi. Perda itu dinilai belum cukup kuat mencegah kekerasan berulang di lingkungan pendidikan tanpa aturan teknis turunan.
Penguatan aturan teknis itu disebutnya menjadi salah satu langkah yang mendesak agar sekolah memiliki prosedur baku dalam menangani laporan kekerasan, mulai dari pelaporan hingga pendampingan korban.
Angka Korban Kekerasan Anak di Jateng Terus Naik
Lonjakan korban dari 1.349 orang pada 2024 menjadi 1.778 orang pada 2025 menjadi dasar desakan evaluasi. Angka itu menunjukkan kekerasan terhadap anak di Jateng belum surut meski sejumlah kebijakan perlindungan sudah berjalan.
Komisi E DPRD Jateng menyatakan akan terus memantau penanganan kedua kasus di Pemalang sekaligus mendorong perbaikan sistem pengawasan di satuan pendidikan.