Pertamina Patra Niaga Tambah 72 Tangki BBM, Antrean di Bali-Jatim Pulih

Penulis: Andi Pratama  •  Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:07:01 WIB
Mobil tangki bahan bakar melintas di jalan raya untuk mempercepat distribusi ke sejumlah SPBU.

JAWA TENGAH — PT Pertamina Patra Niaga menambah 72 mobil tangki BBM di Jawa Timur, Sulawesi Utara, dan Lampung untuk mengurai antrean panjang di SPBU yang sempat terjadi pada 27 Oktober 2026. Penambahan armada lewat skema spot charter itu membuat kondisi antrean di Bali, Jawa Timur, dan Sulawesi Utara kembali terkendali. Bagi pengguna kendaraan di wilayah tersebut, pasokan di SPBU yang sempat tersendat kini berangsur normal.

Paragraf pembuka: Perusahaan menurunkan armada tambahan dengan total kapasitas 1.704 kiloliter (KL) ke tiga provinsi. Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan pemantauan stok dilakukan berkala dengan prioritas pengiriman ke SPBU yang membutuhkan percepatan pasokan.

Rincian Tambahan Armada per Wilayah

Di Jawa Timur, Pertamina Patra Niaga menambah 41 mobil tangki melalui skema spot charter berkapasitas 1.184 KL. Sejumlah terminal dioperasikan 24 jam, dan layanan di 17 SPBU yang beroperasi nonstop ikut dioptimalkan.

Untuk Sulawesi Utara, perusahaan menambah 11 mobil tangki berkapasitas 200 KL. Operasional Integrated Terminal Bitung diperpanjang menjadi 24 jam penuh.

Lampung mendapat tambahan 20 mobil tangki berkapasitas 320 KL. Pasokan dari IT Palembang dialihkan sebanyak 120 KL guna mempercepat pengisian di wilayah tersebut.

Mengapa Antrean Muncul di Sejumlah Daerah

Kitty menjelaskan setiap wilayah punya tantangan distribusi berbeda. Peningkatan permintaan, jarak tempuh dan medan sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu menjadi penyebabnya.

"Setiap wilayah memiliki tantangan distribusi yang berbeda, mulai dari peningkatan permintaan, jarak tempuh dan medan yang sulit, hingga kendala akses kapal ke terminal tertentu. Karena itu, langkah penanganan disesuaikan dengan kondisi lapangan, antara lain melalui pengalihan pasokan, percepatan pengiriman, serta koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait," ujar Kitty dalam keterangan resmi, Rabu (28/10/2026).

Skema penanganan pun disesuaikan dengan kondisi lapangan. Perusahaan mengalihkan pasokan dari terminal penyangga bila diperlukan, dan mengatur jadwal mobil tangki berdasarkan kebutuhan serta kondisi wilayah.

Pengawasan hingga BBM Bongkar di SPBU

Pemantauan tidak berhenti di terminal. Pertamina Patra Niaga memantau proses pengiriman hingga BBM diterima dan dibongkar di SPBU, untuk memastikan distribusi berjalan optimal.

Pengaturan antrean di SPBU juga diperketat. Koordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dilakukan agar penyaluran BBM berjalan sesuai ketentuan.

"Pertamina Patra Niaga terus mengintensifkan penyaluran BBM melalui penguatan pasokan, optimalisasi armada, dan pengaturan distribusi sesuai kebutuhan di lapangan. Koordinasi antara terminal BBM, mobil tangki, dan SPBU juga terus diperkuat agar pasokan dapat segera diterima dan pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga," kata Kitty.

Imbauan ke Masyarakat

Perusahaan mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Langkah itu dinilai penting agar pasokan di SPBU tidak tersedot ke konsumen yang menimbun.

Pertamina Patra Niaga menyatakan akan terus memantau perkembangan pasokan dan kondisi SPBU. Penyesuaian langkah operasional dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan.

Penutup: Bagi masyarakat, tambahan 72 tangki dan operasional terminal 24 jam menjadi sinyal bahwa pasokan BBM di wilayah terdampak sedang dikebut kembali ke kondisi normal. Perusahaan pelat merah itu masih menempatkan kelancaran distribusi sebagai prioritas, terutama di daerah dengan medan dan akses logistik yang menantang.

Reporter: Andi Pratama
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top