WONOGIRI — Pelaksana Tugas Camat Eromoko, Sangga Ota Kharisma, hadir bersama Kepala Desa Pasekan Sutaryo dan ratusan warga dalam prosesi yang digelar turun-temurun tersebut. Sebagian besar warga Pasekan menggantungkan penghidupan dari sektor pertanian, sehingga datangnya hujan menjadi penentu awal pengolahan lahan.
Mengapa Warga Pasekan Menanti Hujan
Ketersediaan air dibutuhkan warga untuk mengolah tanah, menanam, hingga mendukung pertumbuhan tanaman. Karena itu, Sedekah Bumi tidak sekadar pelestarian budaya Jawa, tetapi juga ruang warga memanjatkan doa menjelang masa tanam.
Sutaryo menyebut tradisi ini masih dijaga sebagai bentuk rasa syukur sekaligus permohonan kelancaran pertanian. "Melalui Sedekah Bumi, kami berharap pertanian masyarakat dapat berjalan dengan baik, diberikan kesuburan, serta menghasilkan panen yang membawa manfaat bagi seluruh warga," tuturnya.
Doa di Petilasan Syekh Bela-Belu
Doa bersama di petilasan menjadi bagian utama rangkaian acara. Warga memohon agar musim hujan membawa manfaat, kegiatan pertanian lancar, serta hasil panen mencukupi kebutuhan keluarga petani.
Pelaksanaan Sedekah Bumi pada Senin Legi menjelang musim labuhan ini disebut sebagai kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Sangga menegaskan pentingnya tradisi itu tetap dikenal anak muda.
"Tradisi Sedekah Bumi ini merupakan bagian dari kekayaan budaya yang perlu kita jaga dan lestarikan bersama. Momentum menyambut musim hujan ini juga menjadi pengingat bagi kita untuk senantiasa bersyukur atas anugerah Tuhan, sekaligus berharap agar musim tanam berjalan lancar, pertanian diberikan kesuburan, dan masyarakat memperoleh hasil panen yang baik," kata Sangga.
Makan Bersama hingga Reog dan Sebar Koin
Warga menyiapkan hidangan secara gotong royong, mulai dari memasak hingga menata makanan untuk dinikmati bersama. Momen makan bersama menjadi ajang berkumpul dan mempererat kerukunan antarwarga.
Pertunjukan reog memeriahkan acara sekaligus menjaga keberadaan seni tradisional agar tetap dikenal generasi muda. Sebar koin pecahan Rp1.000 menambah daya tarik dan menjadi bagian yang menyertai pelaksanaan Sedekah Bumi di Desa Pasekan.
Sutaryo menambahkan, kecukupan air saat musim hujan menjadi harapan utama warga. "Hujan diharapkan membawa ketersediaan air yang cukup bagi lahan pertanian sehingga proses pengolahan tanah, penanaman, hingga pertumbuhan tanaman dapat berlangsung dengan baik," ungkapnya.
Warga Pasekan kini menantikan kelancaran masa tanam dan hasil panen yang mampu menopang kehidupan keluarga petani, sambil merawat tradisi leluhur yang terus dijaga lintas generasi.