SEMARANG — Menteri Pekerjaan Umum Dodi Hanggodo menegaskan proyek strategis nasional ini ditargetkan selesai sepenuhnya pada akhir tahun 2027. Percepatan pembukaan fungsional diambil sebagai solusi cepat menghadapi lonjakan kendaraan di Jalur Pantura Jawa Tengah saat musim liburan.
Ruas Kaligawe-Sayung menjadi perhatian utama karena menjadi simpul masuk-keluar kendaraan dari arah Semarang menuju Demak dan sebaliknya. Setiap musim libur panjang, titik ini dikenal sebagai salah satu lokasi kemacetan parah di pantura.
Progres Fisik 79,42 Persen per Akhir Oktober 2026
Akumulasi progres fisik proyek menyentuh angka 79,42 persen hingga akhir Oktober 2026. Angka itu menempatkan pekerjaan konstruksi memasuki tahap akhir sebelum uji kelayakan dan persiapan operasional.
Pengerjaan jalan tol di atas laut ini dibagi ke dalam tiga paket utama yang berjalan simultan. Pembagian paket memungkinkan pekerjaan struktur, tanggul, dan koneksi jalan berlangsung bersamaan di lapangan.
Terintegrasi dengan Tanggul Laut Giant Sea Wall
Tol Semarang-Demak Seksi 1 dirancang menyatu dengan Tanggul Laut (Giant Sea Wall). Integrasi ini membuat jalan tol berfungsi ganda: sebagai jalur transportasi sekaligus penahan rob yang selama ini mengancam kawasan pesisir Semarang.
Konsep pembangunan di atas laut menjadikan ruas ini berbeda dari tol daratan pada umumnya. Struktur tanggul menjadi fondasi sekaligus pelindung jalur dari abrasi dan limpasan air laut.
Paket 1A Koneksi Kaligawe dan Rencana Pembukaan Fungsional
Paket 1A mencakup pekerjaan koneksi Kaligawe yang menjadi gerbang utama ruas ini. Koneksi tersebut menghubungkan tol dengan jaringan jalan eksisting di kawasan Kaligawe.
Pembukaan fungsional direncanakan pada libur Natal dan Tahun Baru. Skema itu memungkinkan pengendara melintas lebih awal sebelum seluruh pekerjaan rampung, dengan catatan fasilitas keselamatan dan rambu sudah terpasang.
Kementerian PU belum merinci besaran tarif resmi Tol Sayung yang akan diberlakukan. Penetapan tarif biasanya mengikuti hasil uji kelayakan dan keputusan pemerintah setelah ruas dinyatakan siap operasional.
Manfaat bagi Pengguna Pantura
Ruas ini diproyeksikan memangkas waktu tempuh Semarang-Demak yang selama ini tersendat di jalur arteri. Bagi warga pesisir, keberadaan tanggul laut sekaligus mengurangi risiko banjir rob yang rutin merendam permukiman dan kawasan industri.
Pemerintah menargetkan penyelesaian menyeluruh pada akhir 2027. Sampai waktu itu, pembukaan fungsional saat Nataru menjadi uji coba awal bagi pengendara dan pengelola jalan tol.