SOLO — Langkah Persis Solo U-16 untuk merebut gelar juara Elite Pro Academy (EPA) Super League U-16 musim ini harus terhenti di babak adu penalti. Menghadapi Persik Kediri di partai puncak, skuad Laskar Sambernyawa muda gagal memanfaatkan sejumlah peluang dan akhirnya takluk dalam duel dari titik putih.
Final Ketat, Duel Berakhir Imbang Tanpa Gol
Pertandingan yang digelar di Lapangan Garudayaksa Football Academy berlangsung alot sejak menit awal. Kedua tim bermain hati-hati, dengan jual-beli serangan yang ketat. Hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya waktu normal, skor masih 0-0.
Laga pun harus ditentukan melalui adu penalti. Pada babak tos-tosan itulah Persik Kediri lebih unggul dan memastikan diri sebagai juara. Persis Solo U-16 pun harus puas finis sebagai runner-up.
Kekalahan di Final, Tapi Masa Depan Cerah
Meski gagal membawa pulang trofi, performa Persis Solo U-16 sepanjang turnamen mendapat sorotan positif. Konsistensi mereka hingga partai puncak dinilai sebagai modal berharga bagi pengembangan pemain muda di klub.
Pencapaian sebagai runner-up ini dianggap sebagai sinyal bahwa pembinaan usia muda di Persis Solo berjalan di jalur yang tepat. Beberapa pengamat menilai sejumlah pemain di skuad ini punya potensi untuk promosi ke level senior dalam waktu dekat.
Jalannya Laga: Peluang Tercipta, Gol Tak Kunjung Datang
Sepanjang pertandingan, Persis Solo U-16 beberapa kali mengancam gawang Persik Kediri. Namun, penyelesaian akhir yang kurang tenang membuat peluang-peluang tersebut gagal berbuah gol. Di sisi lain, lini belakang Persis juga tampil disiplin meredam serangan lawan.
Kegagalan memanfaatkan peluang di waktu normal menjadi catatan penting bagi tim pelatih. Evaluasi di sektor penyelesaian akhir akan menjadi prioritas untuk pembinaan pemain ke depan.
Bagi Persik Kediri, gelar ini menjadi bukti konsistensi pembinaan usia muda mereka. Sementara bagi Persis Solo, status runner-up bukanlah akhir, melainkan batu loncatan untuk musim depan.