Pencarian

Superhero Dongeng Kisah Nabi Ibrahim Warnai Pemotongan Hewan Kurban di Masjid Sudarto Milatoen Sukoharjo, Anak-Anak Antusias

Kamis, 28 Mei 2026 • 12:45:38 WIB
Superhero Dongeng Kisah Nabi Ibrahim Warnai Pemotongan Hewan Kurban di Masjid Sudarto Milatoen Sukoharjo, Anak-Anak Antusias
Anak-anak antusias mendengarkan dongeng kisah Nabi Ibrahim dari seorang superhero di Masjid Sudarto Milatoen, Sukoharjo.

SUKOHARJO — Suasana pemotongan hewan kurban di Masjid Sudarto Milatoen, Sukoharjo, pada Idul Adha 1447 Hijriah tidak sekadar prosesi penyembelihan. Seorang superhero tampil di tengah kerumunan anak-anak, mendongengkan kisah Nabi Ibrahim dan Ismail.

Takmir Masjid Sudarto Milatoen, Kurniawan Agung Nugroho, mengatakan kehadiran sosok superhero itu sengaja dihadirkan untuk menarik minat anak-anak. “Kehadiran sosok superhero yang mendongeng kisah Nabi Ibrahim jadi daya tarik bagi anak-anak saat sembelih kurban Idul Adha 1447 Hijriah,” ujarnya.

Mengapa Superhero Dipilih untuk Mendongeng?

Kurniawan menjelaskan, anak-anak lebih mudah menyerap pesan moral jika disampaikan lewat karakter yang mereka kenali dan kagumi. Superhero menjadi medium yang efektif untuk menyampaikan nilai keteladanan Nabi Ibrahim yang rela mengorbankan putranya, Ismail, demi perintah Allah.

“Anak-anak langsung antusias. Mereka tidak hanya melihat prosesi kurban, tapi juga mengerti makna di baliknya,” tambah Kurniawan.

Antusiasme Anak-Anak Jadi Sorotan

Sepanjang dongeng berlangsung, anak-anak duduk melingkar dan menyimak dengan seksama. Sesekali mereka tertawa saat superhero berinteraksi, namun tetap fokus saat bagian kisah pengorbanan Nabi Ibrahim disampaikan.

Suasana ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya berfokus pada proses pemotongan hewan. Kini, momen Idul Adha di Masjid Sudarto Milatoen menjadi lebih edukatif dan menghibur sekaligus.

Makna Kurban yang Ingin Ditanamkan

Kurniawan berharap, lewat dongeng ini, anak-anak tidak hanya mengingat Idul Adha sebagai hari makan daging, tetapi juga memahami esensi pengorbanan dan ketaatan. “Kami ingin mereka tumbuh dengan pemahaman bahwa kurban adalah tentang keikhlasan dan cinta kepada Allah,” ucapnya.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa tradisi keagamaan bisa dikemas secara kreatif tanpa mengurangi nilai sakralnya. Dengan pendekatan yang relevan bagi generasi muda, pesan-pesan keislaman diharapkan lebih mudah diterima dan diingat.

Bagikan
Sumber: radarsolo.jawapos.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks