SEMARANG — Puluhan anak yatim dari Panti Asuhan At Taqwa Meteseh diajak nonton bareng film "Children of Heaven" oleh Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng. Sebanyak 96 anak antusias mengikuti pemutaran film yang mengisahkan perjuangan dua kakak beradik dari keluarga kurang mampu itu.
Anak-anak yang sehari-hari tinggal di panti asuhan di kawasan Meteseh, Kecamatan Tembalang, itu tampak larut dalam alur cerita. Film asal Iran yang rilis pada 1997 itu dikenal sebagai salah satu karya sinema dunia yang mengangkat tema kemiskinan, solidaritas, dan mimpi.
Mengapa Wali Kota Memilih Film "Children of Heaven"?
Agustina Wilujeng mengatakan film itu sengaja dipilih karena pesan moralnya yang kuat. "Anak-anak perlu melihat bahwa keterbatasan ekonomi bukan penghalang untuk bermimpi dan berprestasi," ujarnya dalam sambutan sebelum pemutaran.
Tokoh utama dalam film, Ali dan Zahra, berjuang berbagi sepasang sepatu karena orang tua mereka tak mampu membeli yang baru. Kisah itu dinilai relevan untuk memotivasi anak-anak yatim agar tetap optimis menghadapi hidup.
Suasana Nobar: Tawa dan Haru Bercampur
Sepanjang pemutaran, anak-anak sesekali tertawa saat adegan lucu, namun juga terdiam saat bagian dramatik. Beberapa pengasuh panti mendampingi dan sesekali menjelaskan adegan yang mungkin sulit dipahami anak-anak.
"Seneng banget, filmnya bikin semangat. Kakak beradik itu hebat, saling bantu," ujar Rizky (11), salah satu anak panti asuhan, usai menonton.
Apa Dampak Kegiatan Ini bagi Anak Yatim?
Kegiatan ini bukan sekadar hiburan. Agustina berharap pengalaman menonton bersama bisa membuka wawasan anak-anak bahwa mereka berhak bermimpi besar, apa pun latar belakangnya. "Saya ingin mereka tahu, ada banyak orang yang peduli dan siap mendukung," tambahnya.
Panti Asuhan At Taqwa Meteseh sendiri menampung puluhan anak dari berbagai latar belakang. Kegiatan nobar ini menjadi salah satu program sosial Pemkot Semarang yang menyasar anak-anak kurang beruntung.
Apakah Ada Rencana Nobar Serupa ke Depan?
Agustina mengisyaratkan kegiatan serupa bisa diadakan lagi dengan film-film inspiratif lainnya. "Kalau anak-anak suka, kita bisa ulang lagi. Yang penting mereka senang dan dapat pelajaran berharga," pungkasnya.