KLATEN — Pelantikan pengurus IESPA Klaten digelar di salah satu hotel di kota tersebut, dihadiri puluhan pegiat esports dan perwakilan pemerintah daerah. Ketua terpilih, yang akrab disapa Dani, menegaskan bahwa pihaknya tidak hanya fokus pada prestasi, tetapi juga pada pembinaan karakter atlet muda. “Kami ingin orang tua melihat bahwa esports bukan sekadar main game, tetapi olahraga prestasi yang terukur dan menjanjikan,” ujarnya dalam sambutan.
Target Emas dan Pembinaan Atlet Muda
IESPA Klaten menargetkan medali emas di Forda yang akan digelar dalam waktu dekat. Untuk mencapai target itu, pengurus menyusun program latihan rutin dan pemusatan latihan daerah (Pelatda) bagi atlet berbakat. “Kami sudah memetakan potensi atlet dari berbagai kecamatan. Mereka akan kami bina secara intensif,” tambah Dani.
Selain prestasi di Forda, IESPA Klaten juga berencana menggelar turnamen internal sebagai ajang pencarian bibit unggul. Turnamen ini dijadwalkan berlangsung pada akhir tahun 2024 dan terbuka untuk pelajar serta mahasiswa se-Klaten.
Stigma Negatif Jadi Tantangan Terbesar
Salah satu tantangan yang diakui pengurus baru adalah stigma negatif dari orang tua. Banyak orang tua masih menganggap bermain game hanya menghabiskan waktu dan mengganggu pendidikan. “Kami akan melakukan pendekatan langsung ke sekolah-sekolah dan komunitas orang tua. Esports sudah diakui sebagai cabang olahraga resmi oleh KONI dan pemerintah,” jelas Dani.
IESPA Klaten juga menggandeng psikolog olahraga untuk memberikan edukasi kepada orang tua tentang manfaat esports bagi perkembangan kognitif dan sosial anak. Program ini diharapkan bisa meminimalkan resistensi dan mendorong lebih banyak anak muda berpartisipasi.
Siapa Saja yang Bisa Bergabung?
IESPA Klaten membuka kesempatan bagi pemain game berusia 12 hingga 25 tahun yang berdomisili di Klaten. Pendaftaran dilakukan secara online melalui media sosial resmi IESPA Klaten. “Tidak ada biaya pendaftaran. Kami hanya ingin menjaring talenta terbaik,” kata Dani.
Untuk tahap awal, IESPA Klaten fokus pada tiga genre game: Mobile Legends, PUBG Mobile, dan Free Fire. Ketiganya dipilih karena popularitasnya tinggi dan memiliki cabang di Forda.
Bagaimana Cara Orang Tua Mendukung Anak?
IESPA Klaten menyediakan saluran konsultasi bagi orang tua yang ingin memahami lebih dalam tentang esports. “Kami siap datang ke sekolah atau pertemuan wali murid untuk menjelaskan program ini,” ujar Dani. Orang tua juga bisa menghubungi pengurus melalui WhatsApp yang tertera di akun Instagram resmi IESPA Klaten.
Dengan pelantikan ini, Klaten resmi memiliki struktur organisasi esports yang terdaftar di KONI. Langkah selanjutnya adalah menyusun kalender kegiatan tahunan dan menjalin kerja sama dengan sponsor lokal.