JAWA TENGAH — Provinsi Lampung mencatat pertumbuhan ekonomi 5,58 persen pada triwulan I-2026, posisi kedua tertinggi di Pulau Sumatera setelah Kepulauan Riau. Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyebut angka itu sebagai capaian pertama sejak 2015 yang menembus level tersebut.
Pertumbuhan Tertinggi dalam 10 Tahun Didorong Hilirisasi Pertanian
“Sejak 2015 di Provinsi Lampung ini belum pernah tumbuh 5,58 persen. Pertama kali dalam sepuluh tahun terakhir bahwa Lampung bisa menembus pertumbuhan yang relatif tinggi,” ujar Amalia dalam sambutannya.
Menurut Amalia, keberhasilan itu tidak lepas dari kepemimpinan Gubernur Rahmat Mirzani Djausal yang mengoptimalkan sektor agraris. “Pak Gubernur ini bisa mendorong melalui produktivitas sekaligus juga membangun hilirisasi dari industri hasil pertanian,” tambahnya.
Secara nasional, ekonomi Indonesia tumbuh 5,61 persen pada periode yang sama. Sektor konstruksi dan investasi masing-masing tumbuh di atas 5 persen dan 5,59 persen.
Menteri PKP Naikkan Kuota Bedah Rumah Jadi 11.000 Unit
Menteri PKP Maruarar Sirait mengumumkan penambahan kuota bedah rumah untuk Lampung dari 9.500 menjadi 11.000 unit. “Bapak Gubernur yang saya hormati, tadi sudah dikoreksi oleh Ibu Kepala BPS, Lampung pertumbuhannya nomor dua ya se-Sumatera. Karena itu barusan saya cek masih ada sisa kuota, saya tambahkan dari 9.500 jadi 11.000 bedah rumah buat Lampung,” tegas Maruarar.
Ia menjelaskan, keputusan itu didasari kesiapan tim Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kepemimpinan Gubernur dan masih banyaknya masyarakat yang membutuhkan hunian layak. Maruarar meminta Pemprov Lampung segera mengirim tim ke Jakarta untuk memproses teknis pelaksanaan tambahan kuota tersebut.
Gubernur Jamin Kemudahan Investasi Properti bagi REI
Dalam acara yang sama, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan komitmennya mendukung investasi di sektor properti dan perumahan. “Ke depan Provinsi Lampung akan sangat mendukung investasi terutama dari teman-teman REI, akan memudahkan segala proses administrasi dan lain-lain,” ujarnya.
Gubernur yang berlatar belakang pengusaha perumahan subsidi itu memahami tantangan yang dihadapi pengembang. Ia menilai kehadiran pengusaha properti dari seluruh Indonesia menjadi momentum strategis di tengah tren positif pertumbuhan ekonomi Lampung.
Target Nasional: 10 Kota Baru dan Gratis BPHTB
Maruarar Sirait juga memaparkan target besar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di sektor perumahan. Rencananya, pemerintah akan membangun 10 kota baru di seluruh Indonesia serta memastikan kebijakan gratis Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).
Program nasional 3 juta rumah disebutnya akan menjadi motor penggerak ekonomi. “Sektor perumahan dan konstruksi memegang peran vital sebagai pengungkit ekonomi nasional,” kata Amalia sebelumnya.