Pencarian

Massa PMII Semarang Coba Paksa Masuk Gubernuran, Polisi Redam dengan Azan Magrib dan Lantunan Selawat

Rabu, 17 Juni 2026 • 23:15:31 WIB
Massa PMII Semarang Coba Paksa Masuk Gubernuran, Polisi Redam dengan Azan Magrib dan Lantunan Selawat
Massa PMII Semarang mencoba memasuki Gubernuran Jawa Tengah pada sore hari.

SEMARANG — Bentrokan antara mahasiswa dan aparat di depan Gubernuran Jawa Tengah nyaris pecah saat massa aksi mulai menggoyang gerbang dan mencoba masuk sekitar pukul 17.30 WIB. Situasi berubah drastis ketika polisi yang berjaga melantunkan azan magrib, membuat mahasiswa yang tengah memanas langsung terdiam dan menghentikan gerakan.

Namun, ketenangan hanya berlangsung beberapa menit. Usai azan selesai, massa PMII justru membakar ban sambil melantunkan selawat sebagai bentuk perlawanan simbolik. Salah satu orator di atas mobil komando berteriak, "Polisi yang tadi azan apakah asing dengan kalimat-kalimat tadi? Kami ingin masuk, kami sudah duduk, selawatan, kami telah punya kajian dan tuntutan."

Polisi Padamkan Api, Massa Kembali Merangsek

Petugas dengan sigap memadamkan ban yang terbakar menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Tindakan itu sempat mendorong mundur massa, namun tak berselang lama mahasiswa kembali merangsek maju dan duduk di halaman gubernuran. Mereka ngotot menunggu gerbang dibuka untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada perwakilan pemerintah provinsi.

Pukul 18.00 WIB, polisi yang berjaga di dalam halaman mengubah taktik. Mereka menyalakan audio lantunan selawat dengan volume tinggi, sukses mengalahkan suara orasi mahasiswa hingga tuntutan mereka tak lagi terdengar jelas oleh publik di luar lokasi.

Poin Tuntutan: Harga BBM hingga Program MBG

Kader PMII Komisariat UIN Walisongo, Alfani, menjelaskan bahwa aksi kali ini masih mengusung 'Panca Tuntutan Rakyat' (Pantura). Lima poin utama meliputi penurunan harga BBM dan stabilisasi nilai rupiah, pengembalian fungsi TNI-Polri, evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Kartu Diskon Masyarakat Prasejahtera (KDMP), pengembalian tanah kepada rakyat, serta pemberhentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) di pemerintahan Prabowo-Gibran.

"Poin tuntutan sendiri sebenarnya nggak berbeda jauh dengan kondisi-kondisi yang ada. Kayak kemarin ketika aksi kolektif, berupa 5 poin Pantura," ujar Alfani di lokasi.

Ia menambahkan, untuk aksi hari ini fokus utama diarahkan pada dua isu: pemberhentian program MBG dan penghentian represivitas aparat saat berunjuk rasa. "Itu dua hal utama yang paling menjadi poin tuntutan dalam aksi kali ini," tegasnya.

Aksi Beruntun: Ini Demo Keempat PMII di Semarang

Alfani mengungkapkan bahwa demonstrasi ini merupakan yang keempat kalinya digelar oleh PMII di Semarang. Sebelumnya, aksi serupa digelar pada Jumat (5/6), Jumat (12/6), dan Senin (22/6). Menurutnya, tuntutan tak akan tercapai jika hanya disuarakan sekali.

"Karena memang demonstrasi itu bagi saya nggak bisa cukup hanya dibilang satu kali, harus terus-menerus dan ini adalah bagian upaya follow up dari kawan-kawan PMII," ujarnya.

Ia memastikan akan ada aksi-aksi lanjutan hingga seluruh tuntutan dipenuhi oleh pemerintah. "Tentu setelah ini juga bakal ada aksi-aksi lanjutan, enggak mungkin hanya dengan satu kali menguntungkan semuanya bisa jadi selesai. Targetnya tentu sampai tercapai," pungkasnya.

Bagikan
Sumber: detik.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks