JAWA TENGAH — Pertandingan yang berlangsung pada Sabtu, 20 Juni 2026 pukul 10.00 WIB ini menjadi ajang pembuktian bagi kedua tim. Amerika Serikat dan Australia sudah unggul setelah meraih tiga poin di laga pertama, membuat posisi Turki dan Paraguay semakin tertekan. Kekalahan kedua secara beruntun bisa memupus harapan lolos ke babak berikutnya.
Catatan Buruk Turki di Turnamen Besar Berlanjut
Tim asuhan Vincenzo Montella datang dengan luka mendalam. Mereka kalah 0-2 dari Australia meski mendominasi pertandingan dengan 30 tembakan ke gawang. Hasil ini mempertanyakan status mereka sebagai kuda hitam turnamen.
Kekalahan itu memperpanjang tren negatif Turki di ajang besar. Dari 13 pertandingan terakhir, mereka menelan sembilan kekalahan. Padahal, performa Bulan Bintang sebelum Piala Dunia tergolong stabil—tujuh kemenangan dan satu imbang sejak dihajar Spanyol 0-6 pada kualifikasi September lalu.
Piala Dunia 2026 menjadi penampilan pertama Turki sejak 2002, saat mereka finis di posisi ketiga. Namun, hasil melawan Australia menunjukkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
Paraguay Berusaha Bangkit dari Kekalahan Telak
Paraguay juga mengawali turnamen dengan hasil buruk. La Albirroja takluk 1-4 dari Amerika Serikat setelah tertinggal 0-3 di babak pertama. Satu-satunya gol hiburan dicetak Mauricio lewat umpan Julio Enciso setelah jeda.
Kekalahan ini melanjutkan tradisi buruk Paraguay di laga pembuka Piala Dunia. Dari sembilan pertandingan pertama sepanjang sejarah keikutsertaan mereka, hanya satu kemenangan yang berhasil diraih.
Sebelum turnamen, Paraguay memiliki reputasi sebagai tim yang sulit ditembus. Mereka membukukan tiga kemenangan dari empat laga terakhir. Pelatih Gustavo Alfaro bahkan mendapat apresiasi setelah membawa Paraguay lolos dari kualifikasi zona CONMEBOL yang berat, termasuk kemenangan mengejutkan atas Brasil dan Argentina.
Duel Ketat yang Menentukan Nasib Kedua Tim
Pertandingan ini diperkirakan berlangsung sengit. Kedua tim sama-sama berada dalam posisi terdesak dan tidak punya pilihan selain menyerang. Siapa pun yang gagal meraih poin berisiko besar mengakhiri petualangan mereka lebih cepat di Piala Dunia 2026.