BATANG — Pimpinan BRI Cabang Batang, Marodung Enrico William, mengatakan percepatan layanan KPR subsidi ini menjadi salah satu keunggulan yang dirasakan masyarakat maupun pengembang. "Kalau berkas lengkap, setelah survei dan analisis, akad bisa dilakukan sekitar dua hari," kata Marodung, Sabtu (27/6/2026).
Proses administrasi yang lebih singkat membuat calon pembeli tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan hunian. Di sisi lain, pengembang juga diuntungkan karena perputaran modal untuk membangun unit berikutnya bisa lebih cepat.
Target Penyaluran Rp 16 Miliar Hingga Akhir 2026
Consumer Business Manager BRI Cabang Batang, Arie Budi Prasetyo, menyebutkan pihaknya menargetkan penyaluran KPR subsidi mencapai Rp 16 miliar hingga Desember 2026. Target itu didukung oleh kerja sama dengan puluhan pengembang yang tersebar di Kabupaten Batang.
Hingga pertengahan 2026, sebanyak 210 konsumen telah melaksanakan akad KPR melalui BRI Cabang Batang. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap program perumahan bersubsidi di tengah pesatnya pembangunan industri di daerah tersebut.
Kolaborasi dengan 40 Developer Ciptakan Manfaat bagi Semua Pihak
Menurut Arie, kolaborasi dengan sekitar 40 pengembang perumahan ini tidak hanya menguntungkan konsumen, tetapi juga menciptakan ekosistem yang sehat bagi para pelaku properti. "Developer dapat mempercepat perputaran modal untuk membangun unit berikutnya," ujarnya.
Strategi ini menjadi bagian dari upaya BRI mendukung kebutuhan hunian masyarakat di Batang. Pertumbuhan kawasan industri di wilayah tersebut mendorong peningkatan jumlah penduduk dan permintaan akan rumah layak huni.