Pencarian

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Konsolidasi 105 Investor, Target Investasi Rp99 Triliun pada 2026 dengan 12 Kawasan Industri Baru

Rabu, 01 Juli 2026 • 15:34:31 WIB
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Konsolidasi 105 Investor, Target Investasi Rp99 Triliun pada 2026 dengan 12 Kawasan Industri Baru
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memimpin konsolidasi dengan 105 investor untuk percepatan investasi.

SEMARANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggelar business dinner bersama 105 investor Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di Hotel Padma Semarang, Selasa (30/6/2026) malam. Gubernur Ahmad Luthfi memimpin langsung konsolidasi ini untuk menjaga daya saing daerah di tengah tekanan ekonomi global sekaligus memperluas penciptaan lapangan kerja.

"Jawa Tengah harus menjadi kawasan untuk mengembangkan investasi, terutama industri padat karya, tetapi tidak menutup kemungkinan industri padat modal," kata Luthfi dalam sambutannya.

Realisasi Investasi Triwulan I 2026 Tembus Rp23 Triliun

Pemprov Jateng mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp23,02 triliun. Angka itu setara 23,23 persen dari target tahunan sebesar Rp99,09 triliun.

Realisasi tersebut terdiri dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp12,98 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp10,04 triliun. Nilai investasi itu tersebar dalam 24.957 proyek dan berhasil menyerap sekitar 92 ribu tenaga kerja.

Capaian ini melanjutkan tren positif sepanjang 2025, di mana realisasi investasi mencapai Rp110,64 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 418.138 orang.

12 Kawasan Industri Baru Disiapkan di Kabupaten hingga Kota Semarang

Untuk menjaga momentum pertumbuhan, Pemprov Jateng menyiapkan pengembangan 12 kawasan industri baru. Kawasan tersebut tersebar di Kabupaten Rembang, Demak, Kendal, Batang, Brebes, Cilacap, Banyumas, Kebumen, Semarang, Boyolali, Grobogan, serta Kota Semarang.

Infrastruktur logistik juga diperkuat melalui pengembangan pelabuhan dan dry port guna meningkatkan efisiensi distribusi barang dan mendukung aktivitas industri di Jawa Tengah.

Pemprov Jamin Kemudahan Perizinan dan Tenaga Kerja Terampil

Menurut Luthfi, Pemprov Jawa Tengah terus memperkuat iklim investasi melalui penyederhanaan perizinan, kepastian hukum, jaminan keamanan, pembangunan infrastruktur, hingga penyediaan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Penguatan kualitas tenaga kerja dilakukan melalui balai latihan kerja, pendidikan vokasi, serta kolaborasi dengan perguruan tinggi agar lulusan memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia usaha.

Bank Jateng Siap Jadi Mitra Pembiayaan Investor

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Luthfi juga mengajak para investor memanfaatkan layanan Bank Jateng sebagai bagian dari ekosistem investasi daerah. Menurutnya, penggunaan bank milik pemerintah daerah akan memperkuat perputaran ekonomi karena kepemilikan saham Bank Jateng sebagian besar dimiliki oleh Pemprov Jateng serta pemerintah kabupaten dan kota.

"Kami menggandeng Bank Jateng karena merupakan bank milik pemerintah daerah. Kalau investasi menggunakan bank daerah, akan tumbuh ekonomi baru dan sirkulasi keuangan baru di wilayah kita," ujarnya.

Direktur Utama Bank Jateng Bambang Widyatmoko menegaskan pihaknya siap menjadi mitra strategis bagi para investor melalui layanan pembiayaan investasi, pembiayaan modal kerja, hingga berbagai layanan transaksi perbankan. Bank Jateng juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan pelaku usaha untuk memperkuat iklim investasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah secara berkelanjutan.

Bagikan
Sumber: mettanews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks