SEMARANG — Di tengah hiruk-pikuk target bisnis dan keuntungan, PT Pegadaian (Persero) Kantor Cabang Jogoyudan memilih menghentikan sejenak laju komersialnya. Lewat program "Mengetuk Pintu Langit", insan Pegadaian turun langsung menemui warga di lingkungan sekitar kantor cabang untuk menyalurkan bantuan sosial.
Bukan agenda seremonial biasa, kegiatan ini diisi dengan interaksi langsung antara karyawan dan penerima manfaat. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan mewarnai proses penyaluran bantuan yang disambut antusias warga setempat.
Empati Jadi Fondasi Program Sosial BUMN
Pemimpin Cabang Pegadaian Jogoyudan, Masadah, menegaskan bahwa program ini merupakan implementasi nyata dari nilai-nilai perusahaan yang mengedepankan empati dan kebermanfaatan bagi lingkungan. "Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan semangat dan manfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Masadah menambahkan bahwa langkah kecil yang dilakukan secara kolektif ini diharapkan mampu menumbuhkan budaya berbagi serta mempererat hubungan antara Pegadaian dengan masyarakat sekitar. Para karyawan terlibat langsung dalam setiap proses penyaluran, bukan sekadar menyerahkan bantuan lewat perantara.
Dukungan Penuh dari Kantor Wilayah
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian (Persero) Kanwil XI Semarang, M. Aries Aviani Nugroho, menyatakan bahwa kegiatan sosial merupakan bagian integral dari perjalanan perusahaan dalam memberikan manfaat bagi masyarakat. "Pegadaian berkomitmen untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai perusahaan jasa keuangan, tetapi juga sebagai perusahaan yang memiliki kepedulian sosial," ungkapnya.
Menurut Aries, program "Mengetuk Pintu Langit" diharapkan dapat menginspirasi semakin banyak pihak untuk berbagi dan saling membantu. Filosofi ini, lanjutnya, terus diwujudkan melalui berbagai program tanggung jawab sosial perusahaan di berbagai daerah di Jawa Tengah.
Gotong Royong di Tengah Tekanan Ekonomi
Program ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Langkah sederhana yang dilakukan secara konsisten justru mampu memberikan dampak yang lebih luas dan menginspirasi banyak pihak untuk ikut berbagi.
Semangat tersebut sejalan dengan visi MengEMASkan Indonesia, di mana Pegadaian tidak hanya fokus pada layanan keuangan, tetapi juga mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui aksi sosial yang memberikan manfaat langsung. Di tengah tantangan kehidupan yang semakin kompleks, aksi berbagi seperti ini membuktikan bahwa gotong royong tetap relevan dan setiap langkah kecil yang dilakukan dengan tulus mampu menghadirkan harapan baru bagi mereka yang membutuhkan.